Limapuluh Kota Butuh Rp12 Miliar Tangani COVID-19

Limapuluh Kota Butuh Rp12 Miliar Tangani COVID19 Ilustrasi

Covesia.com - Wakil Bupati Limapulub Kota, Ferizal Ridwan mengungkapkan daerahnya membutuhkan anggaran sebesar Rp12 miliar untuk menanggulangi wabah virus Covid-19. Anggaran ini untuk mempersiapkan kebutuhan infrastruktur pelayanan medis dan obat-obatan.

"Kabupaten Limapuluh Kota butuh anggaran Rp12 miliar untuk mempersiapkan diri sebelum wabah Covid-19 benar-benar masuk ke sini," sebut Ferizal.

Anggaran sebesar Rp12 miliar ini nanti untuk mempersiapkan ruangan isolasi di rumah sakit dan Puskesmas yang memiliki ruangan rawat inap. Kemudian untuk Alat Perlindungan Diri (APD) dan stimulan bagi petugas medis, penyemprotan disinfektan, masker, operasional, biaya pencegahan maupun pengawasan.

Dana sebesar Rp12 miliar ini disebutnya bisa diambil dengan cara penggeseran anggaran di APBD. Seperti mengalihkan anggaran perjalanan dinas pejabat dan anggota DPRD. 

Kemudian, lanjutnya, merasionalkan anggaran belum mendesak seperti membeli kendaraan, atau mengurangi anggaran yang dianggap mubazir seperti membuat spanduk dan baliho, termasuk menggeser anggaran untuk acara hura-hura yang bisa menimbulkan konsenstrasi massa.

"Jadi dari sana bisa diambil anggarannya dengan menggeser beberapa kegiatan APBD yang dianggap tidak terlalu mendesak. Apalagi sudah ada imbauan untuk tidak membuat keramaian. Jadi, beberapa anggaran untuk membuat acara bisa jadi Silpa nanti jika tidak digeser," katanya.

Selain kebutuhan anggaran Rp12 miliar, dia juga meminta agar ada dana cadangan sebesar Rp5 miliat untuk rumah sakit dan Puskesmas. 

Sementara, itu Kepala Dinas Keuangan Kabupaten Limapuluh Kota, Irwandi menyebutkan pengalokasian anggaran untuk penanggulangan Wabah Virus Covid-19 ini sudah diatur oleh Kepres no 9 tahun 2020 yang dikeluarkan tanggal 20 Maret 2020.

"Untuk menganggarkan dana dalam penanggulangan wabah Virus Covid-19 ini sifatnya wajib. Sudah ada Keppres no 7 tahun 2020. Anggarannya dari penanggulangan dana darurat. Negara sudah menetapkan sampai 29 Mei 2020 untuk hal ini," jelas Irwandi.

Irwandi juga mengatakan anggaran ini nantinya akan digunakan untuk hal-hal yang telah digariskan sesuai protokoler dan bertahap-tahap. 

"Untuk berapa jumlah besarannya, tidak ada nominalnya. Anggaran akan dicari secara rasionalisasi dengan cara penggeseran-penggeseran anggaran dengan sumber APBN dan APBD. Semuanya sesuai kebutuhan. Rekap-rekap biayanya ini yang akan dibayarkan dengan pola pembiayaan dana darurat," katanya.  

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga