Soal Wacana Penutupan Sementara BIM, PT AP II Sebut Kewenangan di Kementerian Perhubungan

Soal Wacana Penutupan Sementara BIM PT AP II Sebut Kewenangan di Kementerian Perhubungan Bandara Internasional Minangkabau

Covesia.com - Executive General Manager PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Yos Suwagiyono, buka suara soal wacana penutupan sementara BIM.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sebagai pihak yang berwenang.

"PT AP II adalah operator bandara yang menjalankan fungsi pelayanan operasional bandara baik dari sisi darat maupun sisi udara. Kewenangan untuk hal tersebut berada di Kementerian Perhubungan," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Covesia, Minggu (22/3/2020).

Kantor Pusat PT Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan, kata Yos, sampai saat ini belum mengeluarkan keputusan atau wacana penutupan bandara, baik BIM maupun bandara lainnya di Indonesia.

"Selagi belum ada perintah atau arahan, BIM akan terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna jasa bandara, tanpa terkecuali," katanya.

Dia menjelaskan situasi bandara saat ini. "Banyak maskapai yang membatalkan schedule penerbangannya dikarenakan memang jumlah penumpang yang juga turun. Malahan sebagian maskapai yang biasanya melakukan 2 flight dijadikan 1 flight dengan ukuran pesawat yang lebih besar," jelasnya.

BIM sendiri, lanjut Yos, secara operasional telah melaksanakan protokol keamanan untuk antisipasi dan pencegahan penyebaran COVID-19. 

"Memang untuk memantau ribuan penumpang  tidak mudah, namun minimal BIM sudah mencoba meminimalisir ruang gerak penyebaran virus dengan bekerja sama dengan KKP (Kantor Kesehatan dan Pelabuhan) bandara serta stake holder lainnya," tuturnya. 

Sebelumnya diberitakan bahwa Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) untuk menutup sementara jalur penerbangan internasional sebagai upaya pencegahan COVID-19. 

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin rapat penanganan virus corona atau covid-19, dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang di kediaman resminya, Sabtu (21/3/2020). 

Mahyeldi menjelaskan, hal ini sudah dilakulan di banyak negara seperti Malaysia dan ternyata sangat efektif menekan penyebaran COVID-19.

"Atas nama Pemerintah Kota Padang kita mendorong Pemprov Sumbar untuk menutup sementara BIM agar penyebaran COVID-19 dapat kita tekan," ujar Wako dalam siaran persnya.

(fkh)

Berita Terkait

Baca Juga