Jaga Nama Baik Instansi, Dinsos Kota Padang Enggan Laporkan Kasus Dugaan Pedofilia di LPKS

Jaga Nama Baik Instansi Dinsos Kota Padang Enggan Laporkan Kasus Dugaan Pedofilia di LPKS Kantor Dinas Sosial Kota Padang (Foto: dok.covesia/primadoni)

Covesia.com - Pihak kepolisian sampai saat ini belum menerima laporan terkait kasus dugaan pedofilia di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) Kasih Ibu Kota Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

Saat diwawancarai via telepon oleh Covesia, Sabtu (15/2/2020), Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang Afriadi tak menampik bahwa Dinsos sengaja menutup-nutupi kasus tersebut dengan tujuan untuk menjaga nama baik instansi.

"Semua orang kayak gitu. Tidak hanya Dinas Sosial saja. Kalau bisa diselesaikan di bawah (Dinsos Kota Padang), untuk apa lagi dibawa ke atas (ke luar instansi Dinsos Padang)," katanya.

Terduga pelaku, kata Afriadi, merupakan oknum petugas kebersihan di LPKS ABH Kasih Ibu. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Covesia, terduga pelaku tersebut berinisial HS (29) melakukan pelecehan seksual kepada dua anak di bawah umur.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Padang Martias saat ditemui di Dinsos Kota Padang, Selasa (3/3/2020), menyatakan bahwa HS sudah dipecat secara tidak hormat pada akhir Januari 2020.

Pemecatan itu, kata Martias, disebabkan karena aksi pedofilia yang dilakukannya.

Terduga pelaku sendiri, kata Martias, juga telah memberikan pengakuan kepada pihak Dinsos Kota Padang bahwa dia memang melakukan tindakan keji tersebut.

"Dari pengakuannya kayak gitu," ujarnya.

Selain karena kasus tersebut, HS juga dipecat dengan alasan positif menggunakan narkoba. Hal tersebut terbukti berdasarkan hasil tes urin yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Padang pada akhir Januari 2020.

"Setiap awal-awal tahun, memang ada pemeriksaan tes urin kepada semua yang ada di lingkungan Dinsos, terutama tenaga kontrak. Didapati, (terduga pelaku) memang pengguna obat-obatan," jelas Martias.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, HS terduga pelaku merupakan oknum petugas kebersihan di LPKS ABH Kasih Ibu Kota Padang Provinsi Sumbar yang diduga melakukan tindak pelecehan seksual kepada 2 anak. 

Diberitakan sebelumnya, korban pertama tindakan terduga HS adalan bocah 4 tahun yang dilecehkan pada pertengahan Desember tahun lalu. Sedangkan korban kedua adalah seorang remaja putri 13 tahun, yang dilecehkan pada Januari 2020. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku bekerja sebagai pegawai kontrak di LPKS ABH Kasih Ibu lebih kurang 4 tahun lalu. Dia dikenal sebagai sosok yang dekat dan pandai mengambil hati anak-anak. HS sering membelikan es krim, cemilan, atau kue untuk mereka.

Hingga pertengahan Februari 2020, pelaku masih berada di pusat rehabilitasi itu, meski disebut oleh pihak terkait telah diberhentikan dari pekerjaannya.

Berdasarkan penelusuran Covesia,pada Jumat (14/2/2020), pelaku HS masih terlihat aktif bekerja di LPKS ABH Kasih ibu. Pertengahan Januari lalu, pelaku sempat dipanggil dan disidang oleh pimpinan Dinsos Kota Padang.

"Tapi anehnya pelaku masih saja bekerja hingga sekarang," ujar sumber Covesia tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian sampai saat ini belum mendapatkan laporan terkait kasus dugaan pedofilia yang dilakukan oleh HS. 

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat sudah melakukan kunjungan ke LPKS ABH Kasih Ibu untuk menyelidiki potensi maladministrasi dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Padang menyesalkan aksi pedofilia yang terjadi di lingkungan LPKS ABH Kasih Ibu.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Azwar Siry saat dihubungi Covesia via telepon, Rabu (19/2/2020), menjelaskan bahwa Dinsos Kota Padang seharusnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Dinsos Kota Padang, kata Azwar, tidak perlu khawatir nama baik instansi akan tercemar karena kasus tersebut.

(rul/utr)

Berita Terkait

Baca Juga