UNP Lahirkan Seorang Profesor Geografi Kebencanaan Pertama di Indonesia

UNP Lahirkan Seorang Profesor Geografi Kebencanaan Pertama di Indonesia Foto: Prof. Dr. Dedi Hermon, seorang Profesor Geografi Kebencanaan pertama di Indonesia

Covesia.com - Universitas Negeri Padang (UNP) sukses mengantarkan dan mendukung salah seorang dosen mudanya yang bernama Prof. Dr. Dedi Hermon untuk menjadi Profesor Geografi Kebencanaan pertama di Indonesia. 

"Ini juga tidak terlepas dari kerja keras yang dimilik Prof. Dr. Dedi Hermon untuk membuktikan pada semua perguruan tinggi besar di Indonesia, bahwa di UNP bisa melahirkan Profesor Geografi Kebencanaan," sebut Ketua Jurusan Geografi, UNP, Arie Yulfa pada Minggu (1/3/2020).

Lanjut Arie, untuk mendapatkan gelar tersebut, Prof. Dr. Dedi Hermon ini mengeluarkan ide cemerlangnya, bahwa menurutnya bencana itu tidak dikaji secara parsial, tapi harus dikaji dan diselesaikan secara holistik. 

Sehingga semua bidang ilmu saling berperan dalam satu kesatuan, dengan begitu manajemen risiko bencana dapat diterapkan secara akurat.

Kemudian menurutnya, bahwa Provinsi Sumatera Barat mempunyai potensi bencana yang sangat besar, baik bencana geologi maupun bencana hidrometeorologi. 

Jadi berdasarkan hal tersebut, pola pikir mitigasi dan manajemen risiko bencana harus dirubah. Bukan lagi berbicara masalah teknik penguatan bangunan secara parsial, tapi harus dapat melakukan mitigasi dan manajemen yang holistik, penyatuan semua bidang ilmu dalam melakukan kajian bencana, mitigasi, adaptasi, dan sosialisasi.

Sehingga manajemen risiko bencana yang diterapkan akan berbasis lingkungan, keruangan, wilayah dan kawasan. Maka dengan begitu, kebijakan dalam hal tersebut akan tepat sasaran, karena berbasia zona dan zonasi dalam suatu wilayah atau kawasan.

Sementara itu, Rektor UNP, Ganefri mengatakan, sudah saatnya UNP memiliki Profesor Geografi Kebencanaan, karena dengan begitu dapat menyusun manajemen risiko bencana untuk UNP. Sebab kampus ini terletak pada kawasan sangat rawan bencana gempa dan tsunami serta liquifaksi.

Dikatakan Ganefri, Prof. Dr. Dedi Hermon merupakan pakar kebencanaan yang sangat mengutamakan kenyamanan dan ketenangan masyarakat yang bermukin di kawasan bencana.

"Jadi ia (Prof. Dr. Dedi Hermon) sangat komitmen bahwa isu-isu tentang akan terjadinya gempa dan tsunami besar adalah upaya-upaya yang bisa menimbulkan keresahan bagi masyarakat, kalau masyarakat sudah resah, itulah awal dari bencana itu sendiri," ungkapnya. 

Selain itu, Walikota Pariaman, Genius Umar juga menyebutkan, bahwa dalam tiga tahun terakhir Prof. Dr. Dedi Hermon sangat terlibat dalam penyusunan model mitigasi, adaptasi, dan sosialisasi bencana gempa dan tsunami di Kota Pariaman. 

"Bapak Dedi Hermon ini melakukan kajian secara holistik, bukan saja mengkaji kekuatan bangunan, tapi juga mengkaji kestabilan lahan, batimetri dasar laut menuju pantai, kondisi hidrologi kawasan, sosial capital masyarakat, agama, budaya dan lain sebagainya," sebutnya.

Kata Genius, semuanya itu disatukan dalam model yang holistik, sehingga penunjukan tempat evakuasi sementara dan akhir lebih terukur. 

Kemudian konsep manajemen risiko bencana melibatkan masyarakat secara penuh, baik itu individu, keluarga, maupun kelompok masyarakat, sehingga kebijakan yang dikeluarkan sangat efektif dan di pahami secara praktis oleh masyarakat.

(per/adi)

Berita Terkait

Baca Juga