Organda Beberkan Tiga Masalah Angkutan Umum yang Patut Diperhatikan Pemerintah

Organda Beberkan Tiga Masalah Angkutan Umum yang Patut Diperhatikan Pemerintah Ketua Organisasi Angkutan Darat S Budi Syukur saat diwawancarai di audit gubernur Padang, Selasa (25/2/2020)(foto:Laila/ Covesia).

Covesia.com - Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sengaja Budi Syukur mengatakan ada tiga permasalahan pokok organda ke depannya yang patut diperhatikan oleh pemerintah

"Saat ini angkutan umum masih berjalan seperti biasa. Namun ada masalah-masalah yang patut diperhatikan oleh pemerintah seperti Kuota solar untuk angkutan umum," ungkap S Budi Syukur kepada wartawan saat pelantikan pengurus dewan pimpinan cabang organda Sumbar 2019-2024 di Auditorium Gubernur, Padang Selasa (25/2/2020).

Ia menambahkan kouta solar yang ada di Sumbar di 2020 sama dengan 2019 bahkan berkurang. Sedangkan angkutan bertambah. Namun solusinya pemerintah mengeluarkan pergub pengaturan BBM Subsidi.

"Diminta pemilik kendaraan yang tidak memenuhi syarat untuk tidak konsumsi solar, mereka harusnya konsumsi solar non subsidi, petalite, dan lainnya sehingga ada alternatif. Tak hanya itu untuk plat hitam ditekankan jangan konsumsi BBM subsidi," ungkapnya.

Selain Kouta solar, loncatan harga tiket pesawat tiba-tiba menjadi murah juga merupakan masalah tersendiri bagi organda. "Kami ragu berinvestasi, dulu saat harga tiket mahal kami investasi beli bus, namun kami pengusaha bus menangis ketika harga tiket pesawat turun drastis," jelasnya.

Budi mengatakan dampak dari harga tiket pesawat yang turun, kendaraan yang biasa berangkat 2-3 hanya 1 satu hari dan tidak penuh. "Harga tiket bus 425 per orang dahulunya pun telah kami turunkan menjadi 325 ke Jawa," ujarnya.

"Harapan dari kami harga tiket pesawat standar, jangan batas bawah. Minimal yang harga 1 juta ini sampai 600 kan habis kita," pungkasnya.

Permasalahan ketiga ialah angkutan online. Mereka tidak mau dirangkul mereka mengurus izin. Jadi yang ada sekarang ilegal. Dan itu tidak layak, walaupun angkutan online telah menjadi kebutuhan masyarakat.

"Solusi yang kita lakukan harus profesional. Kita tidak gentar dengan permasalahan tersebut,"tutupnya. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga