Seorang Pemuda di Padang Sabet Korban Pakai Katana, Untuk Eksistensi Diri Katanya

Seorang Pemuda di Padang Sabet Korban Pakai Katana Untuk Eksistensi Diri Katanya Foto: Fakhruddin Arrazi

Covesia.com - Polresta Padang mengamankan seorang terduga pelaku pembacokan, WS (19), di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Tersangka kejahatan jalanan itu diringkus pihak kepolisian di kawasan Rawang Kecamatan Padang Selatan pada 18 Februari 2020 lalu.

"Yang bersangkutan bersama seorang temannya yang masih dalam DPO kita melakukan pembacokan terhadap korban," ujar Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan saat konferensi pers di Mapolresta Padang, Senin (24/2/2020) sore.

Sebelumnya, kata Yulmar, pihak kepolisian mendapatkan laporan bahwa terjadi aksi pembacokan kepada seorang pemuda asal Kabupaten Mentawai di kawasan Marapalam pada 16 Februari 2020 dinihari. Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian berhasil mengamankan WS. 

"Untuk korban saat ini masih dirawat di RSUP M Djamil Padang. Belum bisa diminta keterangan. Insyaallah dalam dua hari ke depan kita minta keterangan," jelas Yulmar. 

Tersangka WS, kata Yulmar, berhasil diamankan pihak kepolisian berdasarkan CCTV dan hasil wawancara dengan masyarakat yang sempat melihat terduga pelaku melakukan pembacokan.

"Motifnya yang bersangkutan memang mau menunjukkan eksistensi diri. Di Padang, sekarang, banyak masyarakat atau anak di bawah umur yang mempergunakan senjata tajam. Tujuan akhirnya tentu untuk menguasai kendaraan. Namun kemarin itu, (WS dan seorang rekannya) tidak berhasil melakukan itu (merampas kendaraan korban)," ujarnya. 

Dari hasil penyelidikan, sebelumnya, WS bersama rekannya, remaja putus sekolah atau remaja yang tidak sekolah lagi, melakukan aksi kriminal tersebut di beberapa TKP. Dia bersama rekannya dengan membawa senjata tajam mencoba menakut-nakuti  calon korban. 

"Kalau bisa mereka mengambil barang, mereka akan mengambil barang," ujar Yulmar.

Karena aksinya tersebut, tersangka ini terancam dijerat pasal berlapis mulai dari pasal 375 KUHP hingga Undang-undang Darurat Nomor 15 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Selain barang bukti berupa motor milik tersangka, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan katana sepanjang sekitar 75 sentimeter yang digunakan terduga pelaku untuk membacok korban.

Sementara itu, WS saat diwawancarai oleh rekan-rekan pers mengatakan bahwa dia tidak mengenal korban sebelumnya. Dia juga tidak memiliki dendam dengan korban. 

"Saya tidak kenal. (Saat melakukan aksi korban) sedang jalan kaki," ujarnya sambil menundukkan kepala. Saat konferensi pers berlangsung, WS tampak menangis. Mungkin, dia sedang menyesali perbuatannya.

(fkh/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga