Satu Korban Tertimbun Material Longsor di Pasaman Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia

Satu Korban Tertimbun Material Longsor di Pasaman Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban yang tertimbun material longsor di Pasaman, Selasa (18/2/2020)(Foto: dok.Basarnas)

Covesia.com - Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad korban banjir bandang yang tertimbn material longsor atas nama Itimah (49) di lokasi bencana daerah Kampung Pintuai Jorong I Muaro, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Pasaman, sekitar pukul 14.30 WIB tadi, Selasa (18/2/2020).

Koordinator Basarnas Pasaman, Zulfahmi kepada covesia.com, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar 100 Meter dari lokasi bencana.

"Alhamdulillah jasad korban dapat kita temukan tadi sekitar pukul 14.30 WIB, dengan proses evakuasi secara manual mengeluarkan dari material longsor selama dua jam," ungkap Zulfahmi

Setelah dievakuasi tadi kata Zulfahmi, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka dengan menempuh jarak sekitar 2,5 jam dari lokasi ditemukan.

"Korban langsung dibersihkan dan disemayamkan kemudian malam ini sudah dikebumikan," terangya.

Zulfahmi menambahkan dalam proses pencarian Tim SAR gabungan yang terlibat yakni Tim Basarnas Pasaman, TNI-Polri, BPBD, BKSDA, dan masyarakat.                       

Sebelumnya kawasan terjauh Kabupaten Pasaman yaitu Kampung Pintuai Jorong I Muaro, Jorong Rotan Getah, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan dihantam banjir bandang dan longsor dahsyat, pada Sabtu (15/2/2020) sore lalu.

Lima orang warga dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Satu orang warga bernama Minas (46) ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor sebelumnya..

Selanjutnya Uzi (18) dalam keadaan kritis, Anton (33) menderita luka ringan dan Harapan (43) menderita luka berat. Kemudian Itimah (49) meninggal dunia.

Banjir bandang itu juga merusak sejumlah fasilitas umum, rumah-rumah warga rusak dan hancur, serta lahan pertanian masyarakat.

(hri/don)

Berita Terkait

Baca Juga