Pascalongsor, Jalan di Kelok Cindua Ngarai Bukittinggi Hanya Tersisa 3,5 Meter

Pascalongsor Jalan di Kelok Cindua Ngarai Bukittinggi Hanya Tersisa 35 Meter Akses jalan buka tutup di kelok Cindua di jalan Binuang kelurahan Kayu Kubu Kota Bukittinggi (Covesia/Debi)

Covesia.com - Pasca longsor di jalan Binuang kelurahan Kayu Kubu, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), tepatnya di kelok Cindua hanya menyisakan lebar jalan 3,5 meter. 

"Kini kondisi lebar jalan di kelok Cindua itu hanya tersisa 3,5 meter dari lebar awal jalan 7,5 meter," kata Kabid Jalan, Jembatan dan Irigasi, Dinas PUPR kota Bukittinggi, Donny Boy F Daran, Selasa (18/2/2020).

Ia mengatakan kini jalan itu hanya diberlakukan satu jalur karena kondisi jalan yang sempit akibat tanah longsor dari dinding tebing serta tergerusnya tanah jalan oleh aliran air saat hujan deras. 

Akibatnya jalan terban sepanjang 30 meter dari dinding tebing dengan ketinggian tebing 8 sampai 10 meter ke jalan sehingga mengakibatkan saluran dan pondasi jalan tergerus dan patah yang mengakibatkan jalan amblas. 

"Karena jalan kecil maka kendaraan muatan dibatasi untuk melewati jalan itu," ungkapnya. 

Untuk mengatasi hal demikian, pemerintah Kota Bukittinggi menganggarkan Rp 4,5 miliar dari DPA 2020 untuk melakukan perbaikan dan pelebaran jalan. 

Karena jalan itu merupakan jalan menuju objek wisata ngarai dan wisata kuliner termasuk jalur alternatif yang menghubungkan kota Bukittinggi dan Agam. 

Kini pihaknya tengah melakukan perencanaan kontruksi yang membutuhkan waktu selama 2 bulan dan direncanakan selesai di pertengahan Maret 2020. Kemudian perencanaan dilanjutkan dengan tender fisik selama 1 bulan, dipertengahan April baru dilakukan pengerjaan kontruksi.

"Pengerjaan itu termasuk perencanaan, fisik, dan pengawasan. Dan untuk pengerjaan kemungkinan jalan akan diberlakukan sistem buka tutup jalan agar proses pengerjaan yang diprediksi selesai September 2020," katanya. 

(deb) 


Berita Terkait

Baca Juga