Sejak Januari 2020, Sebanyak 23 Warga Mentawai Terjangkit DBD

Sejak Januari 2020 Sebanyak 23 Warga Mentawai Terjangkit DBD Ilustrasi - Foto: Antara

Covesia.com - Sejak Januari 2020, penyakit demam berdarah dengue (DBD) telah menyerang 23 warga di kepulauan Mentawai yang umumnya adalah anak-anak.

Direktur RSUD kabupaten kepulauan Mentawai Jimmy Yul Ambarita mengatakan, pasien tersebut ada yang masih berstatus suspek dan sebagian confirmed DBD dengan grade 1 hingga 2 saja.

Adapun bentuk penanganan pihak RSUD Mentawai terhadap pasien tersebut diantaranya dengan memberikan asupan cairan tubuh dan obat penurun panas jika masih demam. Beberapa anak sudah dinyatakan pulih dan diketahui kebanyakan yang terjangkit penyakit tersebut berada di area sekitaran Km 6-8 Sipora Utara.

Sementara itu, Kepala Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jonni Asri mengatakan, yang terserang penyakit DBD awal tahun ini kebanyakan di pulau Sipora.

"Beberapa waktu lalu sudah dilakukan fogging di area Sioban Kecamatan Sipora selatan sesuai ketentuan yang berlaku. Tetapi fogging ini bukan solusi yang tepat. Kita menyarankan kepada masyarakat agar mengutamakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," tutur Jonni Asri di ruang kerjanya, Selasa (18/2/2020).

Ia menambahkan agar masyarakat rajin melakukan goro bersih-bersih lingkungan.

Ia berpendapat bahwa pengaruh cuaca dan kondisi kepadatan penduduk bisa mempengaruhi penyebaran DBD.

"Kita mengimbau kepada masyarakat agar menjaga sanitasi lingkungan tempat tinggal, menguras bak mandi, membersihkan tumpukan atau barang-barang rongsokan, meningkatkan gerakan masyarakat hidup sehat (germas) dan mengikuti 7 pesan Sikerei," imbaunya.

Ia berharap dengan berprilaku hidup sehat, dampak penularan DBD bisa menurun di tengah masyarakat.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga