Polisi Amankan Delapan Pelaku Bersama Ribuan Liter BBM Ilegal di Pasaman

Polisi Amankan Delapan Pelaku Bersama Ribuan Liter BBM Ilegal di Pasaman Ribuan liter BBM Ilegal yang diamankan oleh Polres Pasaman. (Ist)

Covesia.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengamankan delapan pelaku pemasok Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal dalam jumlah yang besar di daerah itu.

Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya melalui Kasatresrim, AKP Lazuardi kepada Covesia.com, mengatakan delapan pelaku diamankan saat hendak melintas di Jalan Lintas Padang Sawah Jorong Padang Sawah, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari sekitar pukul 03.30 WIB, Kamis (13/2/2020) lalu.

"Delapan pelaku masing-masing berinisial AM (53), JM (26), JJ (42), RP (30), ML (27), RJ (19), HN (35), dan GG (17) warga Kabupaten Sijunjung," terang Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya melalui Kasatreskrim, AKP Lazuardi, Senin (17/2/2020).

Dari tangan seluruh pelaku kata AKP Lazuardi turut diamankan Barang Bukti (BB) berupa 273 Jeriken atau 9.320 Liter Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis premium hasil olahan tradisional di Palembang.

"Semua BBM Ilegal itu dibawa dengan menggunakan empat unit Mobil Grand Max. Adapun keempat unit Mobil Grand Max itu masing-masing dengan nomor polisi BA 1597 KA, BA 1303 SD, B 2982 SOM, BM 1470 QO," kata AKP Lazuardi.

Seluruh BBM Ilegal itu kata dia merupakan hasil olahan tradisional masyarakat Palembang disisa-sisa lubang pertambangan migas.

"Usai diolah, kemudian dikumpulkan terlebih dahulu di daerah Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. Sebelum kemudian dijual secara eceran di seluruh daerah Sumatera Barat dengan menggunakan jeriken berukuran 35 Liter," katanya.

Bisnis gelap (ilegal) ini dari pengakuan pelaku sudah lama dilakoninya dengan meraup untung yang besar.

"Katanya jenis premium dengan harga murah. Namun secara kualitas belum layak pakai untuk ranmor. Ini sangat beresiko terhadap kesehatan mesin ranmor," katanya.

Pihaknya mengaku hingga kini masih terus melakukan pengembangan guna mengusut adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam bisnis ilegal ini.

"Sementara seluruh pelaku beserta BB sudah diamankan di Polres Pasaman. Pelaku melanggar pasal / UU : Pasal 53 Huruf b dan d Undang-Undang No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman 4 tahun penjara," tutupnya.

(hri/don)



Berita Terkait

Baca Juga