Miris, Mayat Bayi Diduga Hasil Hubungan Sedarah Ditemukan di Pasaman

Miris Mayat Bayi Diduga Hasil Hubungan Sedarah Ditemukan di Pasaman Ilustrasi (Ist)

Covesia.com - Masyarakat Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat digegerkan dengan penemuan seorang mayat Bayi laki-laki yang diduga hasil hubungan sedarah.

Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya melalui Kasatreskrim, AKP Lazuardi mengatakan mayat bayi yang baru berumur hitungan hari itu ditemukan warga di daerah Nagari Langsek Kodok, Kecamatan Rao Selatan, sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (16/2/2020) kemarin.

"Mayat bayi itu pertama kali ditemukan Syafriandi. Mayat bayi itu ditemukan tergeletak dalam keadaan membusuk berada di saluran air kolamnya. Mendapati kondisi itu langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian," terang AKP Lazuardi, Senin (17/2/2020).

Usai mendapati laporan masyarakat itu kata AKP Lazuardi pihaknya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian.

"Berdasarkan hasil olah TKP, dan fakta-fakta di lapangan serta keterangan saksi-saksi dilakukan penangkapan terhadap tersangka pembungan mayat bayi itu yang tak lain orangtua bayi sendiri berinisial SHF (18) warga Nagari Langsek Kodok, Kecamatan Rao Selatan sekitar pukul 00.05 WIB, Senin (17/2/2020) tadi," katanya.

Tersangka kata dia ditangkap saat dalam perjalanan sepulang praktek lapangan yang diadakan sekolahnya di Batusangkar menuju Rao, tepanya di depan Rumah Makan Tambuo jorong Rambahan Kauman.

"Tersangka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/22/A/II/2020/Spk-T Res Psm,  tgl 16-2-2020 dan Surat Perintah Penangkapan nomor : 05/II/2020/Reskrim, tgl 17-2-2020," katanya.

Usai diinterogasi kata dia, tersangka mengaku hamil usai melakukan hubungan tidak senonoh (intim) dengan adik kandungnya sendiri yang berinisial IK (13) sekitar bulan Juli- Agustus 2019 lalu.

"Kemudian pada hari Jumat (14/2/2020) sekira 14.00 WIB, tersangka merasa sakit perut mau buang air besar. Tersangka pergi ke kolam dekat rumahnya dan jongkok di atas batang kelapa yang tumbang. Namun saat buang air besar, ternyata tersangka melahirkan seorang anak laki-laki," katanya.

Namun menurut pengakuan tersangka, saat anak tersebut lahir sudah dalam keadaan meninggal dunia. 

"Kemudian tersangka membuang bayi tersebut ke saluran air kolam yang berjarak sekira 80 meter dari rumah atau tempat tersangka buang air besar. Sebelum kemudian mayat bayi ditemukan warga Syafriandi sekitar pukul 16.00 WIB, (16/2/2020) kemarin," katanya.

Untuk kepastian penyebab kematian korban, kata dia pihaknya masih menunggu hasil autopsi di Rumah Sakit setempat.

"Sedangkan untuk tersangka diancam dengan pidana kekerasan terhadap anak  menyebabkan kematian pasal 80 ayat (3),(4) uu nomor 35 tahun 2014 jo uu nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 341 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Karena pelaku orang tua kandung korban, ancaman di tambah 1/3 dari hukuman itu," tutupnya.

(hri/don)

Berita Terkait

Baca Juga