Banjir Bandang dan Longsor Terjang Pasaman, Lima Orang jadi Korban, Satu Masih dalam Pencarian

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Pasaman Lima Orang jadi Korban Satu Masih dalam Pencarian Tin SAR Gabungan saat melakukan pencarian korban Itimah (49) dilokasi banjir bandang Jorong Rotan Getah, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Minggu (16/2/2020) tadi. (Ist)

Covesia.com - Kawasan terjauh Kabupaten Pasaman yaitu Jorong Rotan Getah, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan dihantam banjir bandang dan longsor yang dahsyat, pada Sabtu (15/2) sore kemarin. 

Dilaporkan BPBD Kabupaten Pasaman, sedikitnya lima orang warga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Sejumlah fasilitas umum, rumah-rumah warga rusak dan hancur, serta lahan pertanian masyarakat luluhlantak diterjang banjir bandang tersebut," terang Kalaksa BPBD Pasaman, Ricky Riswandi, Minggu (16/2/2020).

Ricky Riswandi mengatakan lima orang warga setempat turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Satu orang warga bernama Minas (46) ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Selanjutnya Uzi (18) dalam keadaan kritis, Anton (33) menderita luka ringan dan Harapan (43) menderita luka berat," katanya.

Sementara seorang warga lagi bernama Itimah (49) masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan di lokasi kejadian.

"Karena keterbatasan waktu dan cuaca yang tidak memungkinkan, pencarian terhadap korban Itimah (49) dihentikan sekitar pukul 18.00 WIB tadi dan kembali dilanjutkan besok," katanya.

Kejadian tersebut kata Ricky berawal dari akibat tingginya curah hujan yang mengguyur daerah itu sejak Sabtu pagi hingga sore hingga mengakibatkan bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Nagari Muaro Sungai Lolo Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman.

Pihaknya kata Ricky, sudah meminta Dinas PUTR setempat untuk menerjunkan alat berat ke lokasi terdampak. 

"Sulitnya akses serta beratnya medan menuju ke lokasi bencana, membuat pihaknya kewalahan. Butuh waktu tiga jam lebih dari Kota Lubuksikaping agar bisa tiba di lokasi," katanya.

Hingga kini kata dia data kebencanaan masih terus dirangkum di lokasi kejadian.

"Semua aparat Nagari hingga Kejorongan kita libatkan. Agar data valid tentang kerusakan dari bencana ini bisa disimpulkan. Kemudian kita juga masih menunggu informasi Tim di lapangan akan data kebutuhan logistik warga untuk disiapkan ke lokasi," tutupnya.

(hri)



Berita Terkait

Baca Juga