Mengikuti Rehabilitasi CK (13), Korban Prostitusi di Padang Pariaman Akan Dibawa ke Pekanbaru 

Mengikuti Rehabilitasi CK 13 Korban Prostitusi di Padang Pariaman Akan Dibawa ke Pekanbaru  Ketua LPKTKTPA Unit Rumah Perlindungan Sosial Anak Delima Kota Pariaman, Fatmiyeti Kahar (Foto: Covesia/Peri)

Covesia.com - Korban prostitusi terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, dengan inisial CK (13) yang terungkap pada Minggu (9/2/2020) kemaren oleh Satpol PP Kota Pariaman dan kasusnya dilimpahkan ke Kepolisian, akan dibawa ke Pekanbaru, untuk mengikuti rehabilitasi. 

Hal itu dikatakan Ketua Lembaga Perlindungan Korban Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, unit Rumah Perlindungan Sosial Anak Delima Kota Pariaman Fatmiyeti Kahar.

"Nanti setelah persidangan kasus tersebut selesai, kami akan membawa korban ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) di Rumbai, Pekanbaru," katanya kepada coevesia pada Kamis (13/2/2020).

Dilanjutkannya, nanti di sana korban tersebut akan diberikan pelatihan keahlian, sesuai dengan kemampuan dan keinginannya, seperti menjahit, salon, dan kuliner.

Dikatakan Fatmiyeti, dibawanya CK ke BRSAMPK Rumbai tersebut, karena ternyata orang tua korban merupakan mantan binaan Panti Sosial Andam Dewi di Kabupaten Solok. 

"Informasi yang kami dapat, orang tuanya pernah berkata kepada korban untuk bekerja sepertinya. Jadi kami takut juga, makanya tidak mengembalikannya kepada orang tuanya," sebutnya. 

Kemudian fasilitas di BRSAMPK di Rumbai lebih lengkap juga dari pada di Panti Sosial Andam Dewi Kabupaten Solok. 

Fatmiyeti juga menghimbau, kepada seluruh orang tua untuk selalu mengawasi anaknya dalam penggunaan gawai, sebab si korban CK ini belajar hubungan dewasa itu melalui telepon pintarnya, makanya harus menjadi perhatian khusus untuk menggunakan gawai bagi anak-anaknya. 

(per/don)



Berita Terkait

Baca Juga