Warga Situjuh 50 Kota Disebut Terjangkit Virus Corona, Masyarakat Sekitar Resah

Warga Situjuh 50 Kota Disebut Terjangkit Virus Corona Masyarakat Sekitar Resah Ilustrasi (dok.covesia.com )

Covesia.com - Informasi adanya salah seorang warga di Jorong Padang Jariang, Kenagarian Situjuh Gadang, Kabupaten Limapuluh Kota yang diduga terjangkit virus Corona membuat warga sekitar resah. Sampai saat ini, informasi ini masih menjadi perbincangan beberapa nagari di kecamatan Situjuh Limo Nagari.

“Memang menjadi trending topic di Kecamatan Limo Nagari soal dugaan warga terjangkit virus Corona. Namun informasi tersebut belum valid. Kami minta agar masyarakat tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari Dinkes Kabupaten Limapuluh Kota,” sebut Camat Situjuh Limo Nagri, Rahmad Hidayat kepada Covesia.com ketika di hubungi melalui seluler, Kamis (13/2/2020).

Disebutkannya, situasi di Situjuh Limo Nagari saat ini cukup tegang. Beragam informasi dan isu berkembang di lapangan. Termasuk adanya informasi ada sekelompok masyarakat yang ingin mengusir keluarga warga yang diduga terjangkit virus Corona ini.

“Sekarang beragam informasi yang berkembang di Kecamatan Situjuh Limo Nagari, khususnya di Nagari Situjuh Gadang. Sekarang kami berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi informasi-informasi yang tidak jelas kebenarannya,” ucap Rahmad.

Rahmad mengatakan informasi adanya salah seorang warga yang diduga terkena virus Corona ini berawal dari postingan salah seorang warga Situjuh di halaman Facebook pribadinya. Kemudian menyebar cepat dan membuat Situjuh geger. Namun, postingan tersebut sekarang sudah dihapus.

“Gara-gara status facebook. Jadi geger semuanya. Informasi ini langsung saya tindaklanjuti di lapangan,” ucapnya.

Dari penelusuran di lapangan, warga yang diduga terjangkit virus corona ini diketahui baru saja pulang dari Malaysia sekitar 15 hari yang lalu. Kemudian mengalami demam tinggi dan disertai asma.

“Riwayat penyakit warga saya ini memang ada asma dan Hypertensi. Memang beliau juga baru saja pulang dari Malaysia. Namun, belum pasti apakah benar informasi tersebut. Warga ini dihebohkan setelah dirujuk ke Rumah Sakit Ibnu Sina. Saya harap informasi ini jangan terlalu berlebihan karena bisa membuat masyarakat lain gaduh. Perlu kajian labor yang resmi dari pihak rumah sakit maupun dinas Kesehatan Limapuluh Kota,” sebutnya.

Rahmad juga meminta agar  masyarakat dan pihak lain tidak memberikan informasi dini terlebih dahulu, sebelum pihak RS M. Djamil dan Dinkes Limapuluh Kota mengeluarkan informasi secara resmi. 

(agg/adi)

Berita Terkait

Baca Juga