Belum Ditemukan, ACT-MRI Sumbar Turut Bantu Pencarian Warga Hilang Terseret Arus di Sijunjung

Belum Ditemukan ACTMRI Sumbar Turut Bantu Pencarian Warga Hilang Terseret Arus di Sijunjung Tim DERM ACT_MRI Sumbar tengah menyusuri aliran sungai Palangki, Sijunjung dalam pencarian Fauza (Ist)

Covesia.com - Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Sijunjung pada Sabtu (8/2) menyisakan duka bagi keluarga Fauza, pemuda 24 tahun yang hilang terseret arus sungai Palangki Jorong Koto Tangah, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat saat banjir melanda.

Menurut Faleri, tim dari Disaster Emergency dan Relief Management (DERM)  ACT-MRI Sumbar menceritakan korban Fauzan hilang sekitar pukul 17.30 WIB saat mengamankan kapal tambang emas di dalam sungai bersama rekan-rekannya.

"Korban bersama rekan-rekannya berjumlah 9 orang pergi menyelamatkan kapal tambang emas, hal ini dikarenakan kondisi air Sungai Palangki naik. Ketika melakukan penyelamatan, kapal emas itu tenggelam dan rekan-rekan korban meninggalkan lokasi dan setelah dihitung kembali ternyata korban tidak ada, kemudian kawan-kawan korban melaporkan kepada pihak pemerintahan nagari," ujar Faleri, Rabu (12/2/2020).

Lima hari belum ditemukan sejak kejadian, Tim dari DERM ACT_MRI Sumbar turut membantu dalam pencarian korban.

Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy mengatakan, “Proses pencarian ini dilakukan menyusuri Sungai Palangki dengan mengerahkan Polsek IV Nagari dipimpin Kapolsek, anggota BPBD Kabupaten  Sijunjung, PMI, tim DERM ACT-MRI Sumbar beserta masyarakat Nagari Palangki Koto Tuo lebih kurang sekitar 500 orang”.

Hingga berita ini diturunkan, tim pencarian belum menemukan tanda-tanda keberadaan Fauza yang hilang terseret arus banjir tersebut. Tim akan terus berupaya melakukan pencarian untuk menemukan korban.

(*/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga