Hindari Persoalan Pembebasan Lahan, Trase Tol Padang Pariaman-Pekanbaru Kembali Dialihkan

Hindari Persoalan Pembebasan Lahan Trase Tol Padang PariamanPekanbaru Kembali Dialihkan Ilustrasi pembukaan jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, kabupaten Padang Pariaman. Foto: Covesia/ Primadoni

Covesia.com - Trase jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru kilometer 4,2-30 kembali dialihkan untuk menghindari persoalan pembebasan lahan dan penggusuran permukiman penduduk.

"Semula trase itu mengarah ke Sicincin. Tapi karena di ujungnya ada masalah, kita alihkan. Sekarang keluar di Kapalo Hilalang, kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Padang Pariaman," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, dilansir dari laman Antara, Selasa (11/2/2020).

Ia mengatakan pihaknya sudah menerima dokumen trase dari Dirjen Bina Marga. Langkah selanjutnya menyiapkan SK untuk penetapan lokasi (Penlok). Setelah itu pekerjaan bisa dilanjutkan kembali.

Trase yang baru dipepetkan ke arah perbukitan yang relatif "aman" karena berupa lahan tidak terpakai serta tidak ada akses jalan yang memadai sehingga diyakini akan lebih mudah dalam proses pembebasan.

Trase baru itu juga relatif jauh dari permukiman warga sehingga penggusuran rumah warga akan sangat minim.

"Kita berharap dengan pemindahan trase itu persoalan yang semula terjadi dengan masyarakat baik terkait kepemilikan bersama sebuah lahan, atau harga appraisal yang tidak cocok bisa teratasi," ujarnya.

Irwan menargetkan tahun depan, tol Padangpariaman-Pekanbaru kilometer 0-30 di Kepala Hilalang, Padang Pariaman sudah bisa diselesaikan dan dilanjutkan pada tahap selanjutnya.

Sebelumnya pembangunan tol Padang Pariaman-Pekanbaru tahap I 0-30 kilometer berkali-kali harus terhenti karena persoalan pembebasan lahan yang tidak kunjung selesai.

Masyarakat menuntut harga yang menurut mereka layak, sementara harga yang ditetapkan oleh tim appraisal jauh dari harapan masyarakat.

(ant/don)

Berita Terkait

Baca Juga