Soal Tambang Ilegal di Nagari Cubadak Pasaman, Polda Sumbar Minta Walhi Buat Laporan

Soal Tambang Ilegal di Nagari Cubadak Pasaman Polda Sumbar Minta Walhi Buat Laporan Tampak satu unit eskavator yang diduga menambang emas ilegal di nagari Cubadak Pasaman yang ditemukan WALHI (Foto: dok.Walhi)

Covesia.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Barat) meminta Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar untuk membuat laporan atas hasil temuan organisasi lingkungan hidup non-profit itu tentang tambang emas ilegal yang kembali masif di Nagari Cubadak Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman Provinsi Sumbar.

"Kalau ada laporan, nanti kita bisa menindaklanjuti," ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi Covesia via telepon, Senin (10/2/2020).

Berdasarkan investigasi Walhi Sumbar, ada 7 eskavator yang beroperasi di 5 titik di Nagari Cubadak. Kepala Departemen Advokasi, Riset, dan Kampanye Walhi Sumbar Yoni Candra menjelaskan bahwa tambang emas ilegal tersebut beroperasi di kawasan hutan lindung. Sehingga mengakibatkan kerusakan Aliran Sungai Jernih yang merupakan Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Pasaman. 

"Aktivitas tambang ilegal ini mengakibatkan hancurnya Aliran Sungai Jernih yang merupakan sumber air bersih bagi masyarakat di Nagari Cubadak, tepatnya Batang Kundur, Kampuang Lanai dan Kampung Sinuangon. Serta akan berdampak juga pada daerah yang dialiri sungai tersebut yaitu nagari-nagari hilir seperti Nagari Sinuruik, Muro Kiawai, Aia Gadang, Lingkuang Aua, Nagari Kapa dan Muaro Sasak Kabupaten Pasaman Barat," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Polda Sumbar meminta Walhi Sumbar untuk membuat laporan ke kepolisian agar bisa ditindaklanjuti. Stefanus mengatakan bahwa Polda Sumbar berkomitmen memberantas tambang emas ilegal di Sumbar. 

"Bapak Kapolda juga komit memberantas tambang emas ilegal di Sumbar," ujarnya.

(fkz/don)


Berita Terkait

Baca Juga