Ini Alasan Warga Nagari Persiapan 50 Kota Minta Pemekaran

Ini Alasan Warga Nagari Persiapan 50 Kota Minta Pemekaran Aksi warga nagari persiapan ulu aie, limapuluh kota di halaman kantor DPRD 50 Kota, Senin (10/2/2020)(Foto: Angga)

Covesia.com - Kedatangan ratusan masyarakat Nagari Persiapan Ulu Aie, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota ke gedung DPRD setempat, Senin (10/2/2020) dilatarbelakangi keinginan untuk pemekaran nagari secara defenitif, terpisah dari nagari induknya yaitu nagari Harau.

Keinginan ini muncul setelah masyarakat Ulu Aie sepakat untuk mengajukan diri sebagai nagari mandiri tahun 2001. Setelah perjuangan lama, Tahun 2013, dikeluarkan Perda No 2 tahun 2013 tentang pemerintahan nagari yang menjadikan Ulu Aie dan Koto Tinggi Maek sebagai nagari persiapan. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan dari Pemkab Limapuluh Kota untuk menjadikan Ulu Aie dan Koto Tinggi Maek sebagai Nagari defenitif. Dimana batas waktu untuk mendefenitifkan dua nagari persiapan ini tinggal dua bulan lagi.

“Jika tidak selesai dua bulan kedepan, tidak mungkin kami dikembalikan lagi ke nagari induk. Kami sudah berjuang lama sejak 2001. Tidak mungkin perjuangan kami sia-sia,” kata Koordinator aksi, Datuak Pucuak kepada wartawan.

Sedangkan tokoh masyarakat Ulu Aie, Datuak Gadiang menyebutkan pihak Ulu Aie kedatangan surat dari Pemprov. Surat tersebut menyuruh Ulu Aie dikembalikan ke Nagari Induk. Hal tersebut akan merugikan warga Ulu Aie. Pasalnya, di kawasan Nagari Persiapan Ulu Aie ini terdapat kepentingan nasional seperti Kelok Sembilan, hutan lindung BKSDA dan lain-lain.

Kemudian, jika warga Ulu Aie ingin mengurus administrasi nagari akan kesusahan karena jarak. Pasalnya, antara Ulu Aie dengan Nagari induk di Harau berjarak 27 Kilometer.

“Bolak balik 27 kilometer hanya untuk mengurus administrasi. Jelas akan membuat warga Ulu Aie susah. Padahal nagari kami kaya dan siap untuk mandiri,” pungkas Datuak Gadiang.

Jika dilihat dari segi geografis, mayoritas Nagari Persiapan Ulu Aie terbentang kawasan hutan lindung dan memiliki hampir seribu jiwa penduduk.

(agg)


 


Berita Terkait

Baca Juga