Sering jadi Objek Kampanye, Jembatan di Pangkalan Ini Akhirnya Dibangun Secara Swadaya

Sering jadi Objek Kampanye Jembatan di Pangkalan Ini Akhirnya Dibangun Secara Swadaya Masyarakat di Pangkalan, 50 Kota saat membangun jembatan secara swadaya, Minggu (9/2/2020)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Jembatan yang menghubungkan antara Jorong Lubuak Gadang dan Lubuak Nago, Kenagarian Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota yang sudah rusak selama  7 tahun terakhir, akhirnya dibangun secara gotong royong oleh masyarakat setempat, Minggu (9/2/2020). Perbaikan jembatan ini dilakukan untuk menghindari masyarakat kembali tertipu oleh janji-janji politik masa kampanye.

Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksamono yang langsung turun mengkomandoi perbaikan jembatan ini menyebutkan perbaikan jembatan ini ditujukan untuk menghindari pembodohan kembali terhadap masyarakat Pangkalan. Pasalnya setiap masa kampanye Kepala Daerah dan Legislatif, para calon selalu menjanjikan perbaikan jembatan ini kepada masyarakat. Namun sampai sekarang belum juga terealisasi.

"Jembatan ini sering jadi objek kampanye jika sudah masuk masa Pilkada maupun Pileg. Masyarakat sering dijanjikan kalau mereka terpilih akan memperbaiki jembatan ini. Namun setelah terpilih pun, janji tinggal janji.  Tahun 2020 ini juga akan ada Pilkada, jadi kami kebut saja sendiri secara seadanya agar tidak ada lagi janji palsu para calon,” sebut Rifdal kepada Covesia.com, Minggu (9/2/2020).

Disebutkan Rifdal, jembatan ini merupakan akses transportasi dan ekonomi 3 ribu lebih masyarakat Pangkalan. Selama tujuh tahun, masyarakat Pangkalan mengharapkan ada jembatan permanen, tetapi yang bisa terbangun saat ini baru sampai jembatan kayu darurat.

“Lebih 3 ribu masyarakat saya yang sangat berharap dengan jembatan ini. Sejak tujuh tahun yang lalu selalu dijanjikan akan dibangun jembatan permanen. Sampai sekarang, hanya masyarakat yang berhasil membangun jembatan kayu darurat ini sepanjang 25 meter,” ungkapnya.

Senada, Dharma Dy Gesner salah seorang warga Jorong Lubuak Gadang menuturkan jembatan ini telah lama rusak dan sering membuat proposal kepada anggota dewan dan Pemkab Limapuluh Kota untuk bisa diperbaiki. Namun, proposal yang dibuat selalu tidak mendapat tanggapan.

“Jadi kami warga patungan untuk beli kayu dan material untuk memperbaiki jembatan. Tidak mau lagi menunggu sampai mana realisasi proposal yang kami masukkan ke anggota dewan maupun pemerintah. Apa yang mereka sebut saat kampanye dulu untuk memperbaiki jembatan ini tidak sesuai dengan realita,” sebut Dharma.

Ia juga mengatakan sejak jembatan penghubung dua jorong ini rusak tujuh tahun silam, sudah tiga kali menjadi objek kampanye para politisi yaitu dua kali masa kampanye Pileg (2014 dan 2019-red), kemudian satu kali masa Pilkada Limapuluh Kota tahun 2015.

“Dengan telah diperbaiki oleh masyarakat, semoga jembatan ini tidak lagi menjadi objek kampanye para Calon pilkada 2020 nanti untuk mengumbar janji di sini," katanya. 

(agg)


Berita Terkait

Baca Juga