Pemda Sumbar Sebut Atraksi Budaya Arakan Kio Berikan Efek Positif Bagi Perekonomian

Pemda Sumbar Sebut Atraksi Budaya Arakan Kio Berikan Efek Positif Bagi Perekonomian Arakan Kio Ma Co Po keluarga Lim di Padang, Jumat (7/2/2020)(Foto: Ist)

Covesia.com - Untuk kali kedua di pekan ini, warga keturunan Tionghoa di kota Padang, Sumatera Barat, menggelar pertunjukkan atraksi budaya arakan kio. Setelah sebelumnya, pada Selasa lalu, dilaksanakan oleh perkumpulan keluarga Lie-Kwee, kali ini giliran Kongsi Lim (Kioe Lion Tong). Pertunjukan Barongsai, Ular Naga dan Kio atau patung dewa pun disajikan untuk para pengunjung.

Atraksi budaya Arak-arakan Kio Ma Co Po Kongsi Lim yang dihelat pada Jumat sore 7 Februari 2020 dikawasan pecinan, Pondok, Kecamatan Padang Selatan itu, terbukti masih mampu menyedot perhatian wisatawan. Ribuan pengunjung, kembali memadati kawasan yang terkenal dengan minuman khas yakni, Kopi Milo atau lebih familiar dengan sebutan Kopmil.

Bagi perkumpulan keluarga Lim (Kioe Lion Tong), atraksi budaya arakan Kio kali ini, selain merupakan bagian dari rangkaian tahun baru imlek 2571, juga dalam rangka memperingati HUT Kongsi Lim yang ke 150.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit yang menyempatkan diri memenuhi undangan panitia pelaksana menyebutkan, atraksi budaya arakan Kio ini, merupakan salah satu bukti keanekaragaman budaya yang ada di Kota Padang. Bahkan, memberikan dampak yang sangat positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

“Kegiatan ini cukup meriah, dipadati oleh warga Padang, bahkan ada juga yang datang dari provinsi Riau dan Jambi. Ini salah satu keanekaragaman Budaya yang dimiliki Kota Padang. Ini, bukan hanya perayaan biasa, tapi juga bisa memberikan efek positif bagi perekonominan masyarakat,” kata Nasrul Abit, Jumat (7/2/ 2020).

Menurutnya dengan banyaknya wisatawan yang datang khusus untuk melihat atraksi budaya arakan Kio ini, tentu saja berimbas terhadap peningkatan pemasukan ekonomi masyaakat.

Melihat fakta iven ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kata Nasrul Abit, akan senantiasa memberikan dukungan penuh, agar iven serupa dapat kembali terselenggara di tahun-tahun berikutnya. Karena jelas, atraksi budaya arakan Kio bisa menjad salah satu daya tarik wisata.

“Pemerintah Sumbar mendukung kegiatan ini. Ini daya tarik wisata, apalagi saat ini perkembangan wisata di Sumatera Barat sedang membaik. Tak hanya ini saja, kita juga mendukung setiap daerah manapun dan etnis apapun untuk mengembangkan budayanya masing-masing. 

“Kedepan, saya berharap festival ini dapat lebih meriah dan dihadiri banyak wisatawan. Apalagi, di Kota Padang banyak keberagaman yang juga menjadi daya tarik. Saya berpesan, untuk tetap melestarikan budaya. Jaga persatuan dan kesatuan, tetap damai untuk Indonesia,” tutup Nasrul Abit.

(ril/don)

Berita Terkait

Baca Juga