Curi Barang Milik Pasien Rumah Sakit, Dua Orang Pemuda di Padang Diamankam Polisi

Curi Barang Milik Pasien Rumah Sakit Dua Orang Pemuda di Padang Diamankam Polisi Dua orang pelaku pencurian barang milik pasien di Rumah Sakit Siti Rahmah Kota Padang, yang berhasil diamankan Polisi, Kamis (7/2/2020)(Foto: dok.polsek koto tangah)

Covesia.com - Dua orang pemuda dengan inisial masing-masing RS (28) dan RA (32) terpaksa harus diamankan di Mapolsek Koto Tangah, Resor Polresta Padang. Hal tersebut karena aksi pencurian keduanya di dalam ruangan rumah sakit terekam camera CCTV.

Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda menyebutkan, kedua pelaku ini diamankan pada Kamis (6/2/2020) kemaren di rumah sakit Siti Rahma, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, sekitar pukul 03.30 WIB. 

"Tapi sebelumnya kedua pelaku sudah duluan ditangkap oleh petugas keamanan rumah sakit di sana," katanya. 

Lanjut Kompol Rico, dari pantauan rekaman kamera CCTV, diketahui bahwa pelaku itu mengincar pasien di rumah sakit tersebut yang sudah terlelap tidur dan penunggunya juga sudah tertidur. 

"Kemudian disaat itulah pelaku ini mengambil barang-barang pasien, seperti handphonenya," sebutnya. 

Dikatakan Kompol Rico, kedua pelaku ini merupakan warga Alang Laweh, Kecamatan Padang selatan. Masing-masing mereka ini, untuk pelaku atas nama RS sudah dua kali melakukan pencurian hp di rumah sakit tersebut, sedangkan RA baru pertama.

Kompol Rico mengatakan, dalam beraksi mereka ini berbagi tugas. Seorang masuk ke dalam ruangan pasien untuk mengambil barang berharga milik korban, sedangkan satunya lagi mengamati situasi. 

"Setelah mendapat barang incaran, maka mereka langsung kabur dan meninggalkan rumah sakit. Tapi kali ini mereka tidak beruntung, karena aksinya terekam kamera CCTV rumah sakit tersebut," ungkapnya. 

Kata Rico, barang bukti yang diamankan dari penangkapan pelaku itu, pihaknya mengamankan satu unit HP, tas dan sepeda motor yang digunakan beraksi. 

"Sekarang untuk kedua pelaku sudah ditahan di Mapolsek Koto Tangah, guna proses penyidikan lebih lanjut," jelasnya. 

(per/don)

Berita Terkait

Baca Juga