Pasca Kematian Massal Ikan di Danau Maninjau, Bau Tak Sedap Mulai Ancam Masyarakat

Pasca Kematian Massal Ikan di Danau Maninjau Bau Tak Sedap Mulai Ancam Masyarakat Puluhan ton ikan mati di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam beberapa hari yang lalu (Foto: Johan)

Covesia.com - Aroma tidak sedap mulai tercium dari bangkai-bangkai ikan mati yang berasal dari Karamba Jaring Apung (KJA) di Linggai dan Tanjung Batuang, Nagari II Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Walinagari Duo Koto, Joni Safri Mengatakan, Hingga hari ketiga pasca kematian massal, masih banyak bangkai-bangkai ikan yang berserakan di perairan Danau Maninjau, kondisi demikian membuatnya mulai melapuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.

"Kita sudah berupaya mengevakuasi bangkai ikan dari KJA dan Danau, itu pun jumlah yang mengambang dipermukaan air masih banyak," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Jumat (7/2/2020).

Dijelaskannya, aroma tidak sedap tersebut saat ini sudah tercium hingga radius 3 Km dan di perkirakan jangkauan bau akan semakin meluas esok hari. "Kita terus berupaya, besok bersama masyarakat kita tetap melakukan pengangkatan bangkai ikan ke permukaan, dan dikubur agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap," jelasnya.

Dalam kondisi Kematian ikan Massal ini pihaknya mengimbau masyarakat agar dapat menjaga kesehatan, sedapat mungkin hindari atau kurangi aktivitas di luar ruangan terutama bagi mereka yang menderita gangguan pernafasan, ibu hamil dan anak sekolah.

"Jika terpaksa pergi ke luar rumah/gedung maka sebaiknya menggunakan masker, minumlah air putih lebih banyak jika ada perubahan kondisi tubuh segera periksa ke Puskesmas terdekat," imbaunya.

(han/don)



Berita Terkait

Baca Juga