DPRD Pessel Sebut Incasi Raya Harus Tranparansi Terkait Pemetaan Lahan

DPRD Pessel Sebut Incasi Raya Harus Tranparansi Terkait Pemetaan Lahan Hearing Komisi II DPRD Pessel, bersama PT Incasi Raya di Ruang Rapat Paripurna DPRD di Painan. (Indra Yen)

Covesia.com - Total luas areal kebun plasma petani rakyat kebun sawit PT. Incasi Raya di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) tidak sampai 20 persen dari total lahan.

Dari data Incasi Raya lahan yang dikuasai di daerah itu, mencapai 26 ribu hektare. Sementara sampai saat ini total luas plasma dari Incasi Raya, hanya seluas 1.136 hektare.

Seharusnya, dari total lahan yang dimiliki Incasi Raya seluas 26 ribu hektare itu, untuk areal kebun plasma petani rakyat kebun sawit yaitu, seluas 5 ribu hektare.

Hal itu telah diatur dalam Permentan Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Diwajibkan bagi Perkebunan Besar Swasta (PBS) dan Perkebunan Besar Negara (PBN) untuk membangun kebun plasma sekitar 20 persen dari total konsesi yang dimilikinya.

Menyikapi persoalan itu, Anggota DPRD Pessel Aljufri mengatakan, pihak Incasi Raya harus tranparansi terkait pemetaan lahan di daerah itu. 

Karena menurutnya, keberadaan Incasi Raya belum berpihak kepada masyarakat di daerah tersebut.

Sebab, total plasma di Incasi Raya baru seluas 1.136 hektare. Itu, belum mencapai 20 persen dari total luas lahan keseluruhannya yang mencapai 26 ribu hektare.

"Berapa kebun inti dan berapa plasma. Tolong secara rinci. Jangan secara umum. Karena setiap kebun beda tahunnya. Jika, belum mencapai 20 persen, kami duga incasi tidak ada kepedulian pada masyarakat. Keberadaan perusahaan harus jelas dan bermanfaat," ungkapnya saat hearing Komisi II DPRD Pessel di ruang Rapat Paripurna DPRD Kamis (6/2/2020)

Sementara, Syahrial Jupri Humas Incasi Raya saat di wawancara Covesia.com mengatakan, total luas kebun yang dimilikinya seluas 28 ribu hektare dan terbagi dari beberapa blok. Tapi, luas lahan yang digunakan hanya 26 ribu hektare.

Untuk kebun plasma katanya, Incasi Raya, baru memiliki kebun plasma seluas 1136 hektare dari total 26 ribu hektare. 

"Dulu rencananya luas Plasma kami 2900 hektare. Namun, kami terkendala kesulitan lahan," sebutnya.

(ind)


Berita Terkait

Baca Juga