Penggerebekan di Hotel Berbintang, Pelaku Pariwisata: Preseden Buruk Bagi Pariwisata Sumbar

Penggerebekan di Hotel Berbintang Pelaku Pariwisata Preseden Buruk Bagi Pariwisata Sumbar Tasmon, pelaku dan pengamat Pariwisata Sumbar (Foto: dok.pribadi)

Covesia.com - Pelaku dan pengamat Pariwisata Sumbar menyebut penggerebekan kasus prostitusi online di hotel berbintang empat di kota Padang menjadi preseden buruk bagi Pariwisata di Sumatera Barat.

"Kasus penggerebekan ini menjadi preseden buruk bagi Pariwisata Sumbar," sebut Tasmon, pelaku dan pengamat Pariwisata Sumbar saat dihubungi Covesia.com, Kamis (6/2/2020).

Ia menyayangkan penggerebekan di hotel berbintang empat itu ada handil tangan dari anggota DPR RI yang katanya memang sengaja di jebak oleh seseorang. 

"Ada apa kok ada anggota DPR RI melakukan penggerebekan di hotel berbintang masalah cewek yang katanya prostitusi online. Ada urusan apa?," ungkapnya. 

Akibat dari pemberitaan itu, sebut Tasmon pemberitaan diberbagai media menjadi viral sampai ke tingkat Nasional sehingga mencoreng Pariwisata Sumbar. Sehingga wisatawan mungkin merasa tidak aman dan tidak nyaman kalau bermalam di Sumbar karena hotel berbintang pun dirazia. 

"Kan ada undang-undangnya di hotel berbintang tidak boleh dilakukan razia kecuali memang ada tindak kejahatan kriminal," katanya. 

Tasmon juga menyinggung kasus penggerebekan di hotel berbintang yang pernah terjadi di kota Bukittinggi. Dimana saat itu pemimpin daerahnya langsung diberhentikan. 

"Undang-undangnya sudah ada, kenapa bisa terjadi seperti itu," pungkasnya. 

(deb) 


Berita Terkait

Baca Juga