Tubo Danau Maninjau Pengaruhi Harga Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Agam

Tubo Danau Maninjau Pengaruhi Harga Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Agam Tampak akibat tubo belerang yang menyebabkan puluhan ton ikan di KJA Danau Maninjau mati mendadak, Kamis (6/2/2020)(Foto: Covesia/ Johan)

Covesia.com - Harga jual ikan air tawar di sejumlah pasar tradisional di kabupaten Agam mengalami penurunan, dipicu tubo danau yang melanda danau maninjau, yang menyebabkan puluhan ton ikan mati mendadak beberapa hari terakhir di daerah itu.

Salah seorang pedagang ikan air tawar di Pasar Impres Padang Baru Lubuk Basung,  Winda (27) mengatakan, harga jual ikan di pasaran berkisar antara Rp 10 Ribu hingga Rp 15 Ribu. Harga tersebut turun jauh dari dari pekan sebelumnya yaitu Rp 25 Ribu /Kg. "Turun bg, sudah 3 hari, harga jual turun sekitar 50 persen," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com Kamis (6/2/2020).

Hal senada juga diungkapkan Refi (34) menurutnya kematian ikan di Karamba Jaring Apung di Danau Maninjau juga berpengaruh kepada ikan hasil tangkapan nelayang di selingkar Danau Maninjau. 

"Untuk ikan pukat, kita menjual ikan segar tapi di pasarkan dengan harga biasa masyarakat tidak mau membeli," katanya.

Meski harga harga jual ikan turun, Refi mengaku dagangannya tidak begitu laku, hingga sore hari, ia hanya mampu menjual 10 Kg ikan, itu pun hanya pelanggan tetap. "Pada hari biasanya sore ini saya sudah bisa menjual 30 sampai 40 kg ikan tapi hari ini hanya 10 Kg," tuturnya.

Sementara itu salah seorang masyarakat Ijum (45) mengatakan, ia rutin membeli ikan air tawar setiap minggunya, bencana tubo danau yang terjadi di danau maninjau tidak mempengaruhi minat keluarganya untuk tetap makan ikan air tawar.

"Ikannya kan tidak apa-apa, tapi saat membeli saya pilih ikan yang masih segar, hal itu untuk memastikan kualitas ikan untuk dikonsumsi dirumah," tutupnya.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga