Ikan Asin Nelayan Tiku Agam Dipasarkan dalam Bentuk Kemasan

Ikan Asin Nelayan Tiku Agam Dipasarkan dalam Bentuk Kemasan Foto: Johan Utoyo

Covesia.com - Dalam dunia usaha, selain modal dan kemauan, Inovasi serta terobosan baru juga menjadi faktor penting untuk berkembang. Adalah Rodi Indra Saputra, warga Jorong Ujuang Labuang, Nagari Tiku V, Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

Pria kelahiran 28 tahun silam ini mencoba memperkenalkan produk Ikan asin warga Setempat dengan cara kemasan dengan merk "Rodi Maco"

"Produk ikan asin kemasan ini merupakan produksi asli nelayan di Nagari Tiku V Jorong, yang dibuat dari ikan segar nelayan di bibir pantai dan diolah alami tanpa pengawet," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com Minggu (26/1/2020).

Dijelaskan Rodi sapaan akrabnya, gagasan lahirnya Rodi Maco ini berawal dari upaya menstabilkan harga ikan di pasaran karena tidak menentunya harga beli tengkulak sangat merugikan kepada para nelayan.

"Jika tangkapan nelayan melimpah, harga ikan cenderung menurun, hal itu tentunya sangat merugikan masyarakat, jadi dengan adanya Rodi Maco, harga jual masyarakat bisa stabil, serta tidak akan membuat nelayan rugi," lanjutnya.

Dikatakannya, gagasan lahirnya produk ikan asin kemasan ini sebagai jawaban bagi para pengunjung kedaerah Tiku. Tiku yang selalu ramai di kunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah, namun tidak memiliki produk khas untuk menjadi buah tangan wisatawan saat kembali ke daerah masing masing.

"Tiku memang mempunyai kuliner, seperti rakik maco, dan sala lauak, namun makanan itu juga diproduksi dan lebih dikenal di Kota Pariaman, jadi saat ini kita bisa mengatakan, Ikan asin segar dan alami kemasan adalah oleh-oleh Khas, Kecamatan Tanjung Mutiara Agam," terangnya.

Ikan asin nelayan Tiku memiliki kelebihan dari ikan asin produksi daerah lainnya, diantaranya, ditangkap oleh nelayan di bibir pantai, jadi tidak diawetkan menggunakan es, karena sampai di pantai langsung diolah menjadi ikan asin, selain itu tidak menggunakan bahan berbahaya sehingga membuat rasa lebih enak jika diolah menjadi masakan.

"Untuk "Rodi Maco", ikan yang kami jual adalah produksi beberapa nelayan di Tiku V Jorong, kita melakukan pemantauan produksi, dan memberika edukasi  agar rasa ikan selalu terjaga dan sehat untuk dikonsumsi, serta selalu memeriksa kondisi sebelum di kemas dan dijual," jelasnya.

Untuk pemasaran, saat ini masih dalam bentuk promosi, yaitunya menawarkan kepada wisatawan di Pantai Tiku, ke kawasan perkantoran di Labupaten Agam dan kota-kota lainnya, serta dipasarkan secara online.

"Untuk tahap awal kita menjelaskan apa kelebihan dari ikan asin produksi nelayan Tiku ke masyarakat   jika mereka tertarik akan membeli, dan bisa memesan kembali dengan sistem online," ulas Rodi.

Karena tidak menggunakan bahan pengawet, ikan asin Rodi Maco ini tidak bisa disimpan dalam waktu lama, maksimal hanya 30 hari, oleh karena itu ia selalu berpesan kepada konsumen untuk segera mengolah ikan dan tidak menyimpan untuk waktu yang lama.

"Saat ini kita sedang berupaya bagaimana ikan asin ini bisa memiliki daya tahan cukup lama tanpa menggunakan bahan pengawet, mungkin salah satunya dengan cara pembekuan," katanya.

Saat ini ikan Asin "Rodi Maco" di jual dengan dua kemasan yaitunya netto 100 Gram dan 1/4 Kg. Untuk berat 100 Gram  dibandrol dengan harga Rp, 5 ribu hingga Rp 10 Ribu dan  ukuran 250 Gram berkisar antara Rp 15 Ribu hingga 40 Ribu, tergantung jenis ikan. "Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, saya berharap Rodi Maco ini juga bisa menjadi salah satu upaya memperkenalkan pantai tiku kedunia luar," harapnya.

(han/adi)

Berita Terkait

Baca Juga