Produksi Menurun, Pedagang di Agam Pasok Ikan Asin dari Pasaman

Produksi Menurun Pedagang di Agam Pasok Ikan Asin dari Pasaman Pedagang Ikan asin di Pasar Impres Padang Baru Lubuk Basung (Johan/Covesia)

Covesia.com - Kurangnya Produksi dipicu curah hujan tinggi di Sumatera Barat dan sekitarnya, memaksa pedagang ikan asin di pasar tradisional di kabupaten Agam memasok dari daerah lain.

Salah seorang pedagang ikan asin di pasar Impres Padang Baru, Kecamatan Lubuk Basung, Sidi (40) mengaku, sebagian besar ikan asin yang ia jual dibeli dari nelayan di Air Bangis Pasaman.

"Produksi di agam menurun tidak mencukupi permintaan pasar jadi kami membeli dagangan dari nelayan di Pasaman," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com Kamis (23/1/2020).

Dijelaskan Sidi meskipun memasok barang dari jauh para pedagang tidak menaikkan harga jual dagangan mereka hal itu dikarenakan daya beli masyarakat di pasar setempat cukup tinggi.

"Kita mengambil untung hanya sedikit, namun karena banyak masyarakat yang membeli jadi kita bisa mendapatkan laba," lanjutnya.

Kurangnya produksi ikan asin tersebut dibenarkan Zawirman (50) salah seorang produsen ikan asin di Pasia Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara Agam. Hal itu disebabkan, berkurangnya hasil tangkapan nelayan disebabkan curah hujan tinggi yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Selain itu curah hujan tinggi yang mengguyur daerah setempat juga membuat proses pengeringan ikan menjadi lama.

"Untuk proses pengeringan kita mengandalkan terik mata hari, jika cuaca cerah pengeringan bisa dilakukan 1 hari, namun jika saat cuaca buruk bisa menghabiskan 3 sampai 7 hari," terangnya.

(han/don)



Berita Terkait

Baca Juga