Wagub NA Minta Revitalisasi Sungai Antisipasi Banjir Luapan

Wagub NA Minta Revitalisasi Sungai Antisipasi Banjir Luapan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan rombongan meninjau lokasi jembatan rusak akibat bencana banjir di kabupaten Sijunjung, Rabu (22/1/2020). Foto: Covesia/Laila

Covesia.com - Posisi Kabupaten Sijunjung yang terletak di daerah perbukitan dan banyak sungai membuat beberapa titik daerah sering terkena banjir.

Di Muaro Takung misalnya, dari pernyataan masyarakat jika hujan deras mereka sudah was-was untuk mengungsi dikarenakan rumah mereka yang dipinggiran sungai akan meluap dan membanjiri kediaman mereka.

Wakil gubernur Nasrul Abit, kemarin langsung meninjau lokasi banjir di Sijunjung. " Ada satu jembatan yang rusak, nanti saya minta pupr untuk membangun jembatannya bina marga yang sungainya dalam hal ini ditangani oleh PSDA," ungkapnya di Sijunjung. 

Tak hanya itu Nasrul juga mengunjungi Muaro Takung. Di daerah tersebut memang dampak banjir lumayan besar. "Besok akan di drone, kita minta surat tanggap darurat, berarti mereka bisa melakukan pekerjaan untuk rehabilitasi sementara jadi sungai itu diluruskan," jelasnya.

Sungai Batang Takung tersebut sering banjir karena alirannya tidak baik."Masalah tanah, masyarakat sudah menjamin, ketua KAN dan Ninik Mamak di situ wali nagari juga, jadi mudah-mudahan bisa diselesaikan sesegera mungkin," ungkap wagub sumbar itu.

Nasrul mengatakan biasanya tanggap darurat 2 kali 7 hari mudah-mudahan bisa diperbaiki dalam waktu 14 hari ini. "Kita khawatir kalau tidak diperbaiki hujan turun banjir lagi, bahkan rumah yang di pinggir sungai itu bisa terjun ke dalam sungai," katanya.

Untuk sementara kita atasi dulu agar rumah tidak terjun ke sungai.

"Saya menghimbau kepada kepala daerah Bupati atau walikota agar waspada, kita sekarang siaga satu terhadap waspada bencana alam sampai bulan Februari," jelasnya.

Prediksi dari BMKG itu sampai akhir Maret untuk itu, kepala daerah jika meninggalkan daerahnya agar semua OPD terkait tentang penanggulangan bencana siap di tempat seperti dinas PU, BPBD, Tagana, PMI, Pramuka semua harus digerakkan.

"Jika terjadi bencana langsung terjun ke lokasi yang utama diselamatkan adalah manusianya, jangan sampai ada korban. Yang kedua, pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk waspada, bila ada kemungkinan bencana agar dicari tempat penyelamatan agar tidak menjadi korban dari bencana ini. Harapan kita cuaca ekstrem ini segera berakhir," ujarnya.

Bantuan diberikan berbagai macam ada bahan memasak, beras, tas sekolah. Bantuan yang tadi diserahkan gabungan dari BPBD dan Dinas Sosial Sumbar.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga