Bupati Sijunjung Imbau Masyarakat Waspada Jika Hujan Turun

Bupati Sijunjung Imbau Masyarakat Waspada Jika Hujan Turun Sungai Batang Takung di Sijunjung yang rata-rata masyarakat tinggal di tepian sungai. Foto:Covesia/Laila

Covesia.com - Bupati Kabupaten Sijunjung, Yuswir Arifin mengatakan akhir-akhir ini curah hujan tinggi di Sijunjung. Ia mengimbau masyarakat waspada ketika hujan deras.

"Beberapa daerah di Sijunjung berada di bukit dan jurang serta Sijunjung memiliki sungai yang banyak. Karena rata-rata rumah di tepi sungai kalau hujan tinggi ya rumah tersebut akan terkena luapan, " ungkapnya kepada Covesia di Sijunjung. 

Lebih lanjut Yuswir mengatakan bahwa seluruh kecamatan kena hujan. "Namun ada posisi yang parah terdampak hujan yakninya jorong tandikek, tinggi hampir 2 meter," jelasnya.

Tak hanya itu, Kecamatan Tanjung gadang juga mengalami hal yang sama di Sumpur Kudus banyak jalan putus. "Sore kemarin jalan sudah dibuka arah ke Riau ada 6 titik. Di Sijunjung ini malah ada yang pinggir jalan itu longsor tanah, parahnya lagi ada rumah tertimbun," ungkapnya.

Bupati Sijunjung itu mengakui bahwa banjir di Sijunjung tak hanya kali ini, 5 tahun lalu juga pernah terjadi banjir berdampak parah.

Untuk menghadapi kondisi tersebut pemkab Sijunjung melakukan antisipasi ke depannya dengan mengajukan kepada kepala balai sungai V Sumbar ada perlakuan khusus pada 2 sungai yang sering terjadi luapan. "Ada sungai Batang Pangeang hulunya dari Solok dan sungai Batang Tankung yang jika tidak ada Bronjong minimal akan terjadi bencana lagi," ungkapnya.

Sejauh ini baru hal itu yang kita usahakan. "Yang lain-lain kita himbau masyarakat untuk waspada bila terjadi hujan. Dan jika ingin membangun rumah jangan di daerah yang kritis seperti tepian tebing, bawah tebing karena kemungkinan bisa terkena longsor, atau banjir," ujarnya.

Untuk bantuan pada korban banjir Yuswir mengatakan akan diinventarisasi dulu sebelum diturunkan. "Hari ini atau besok paling lambat akan dikucurkan," jelasnya.

Saat terjadi bencana,  Pemkab telah membantu masalah dapur umum. "Karena gak mungkin mereka masak, dapur mereka rumah mereka sudah terendam semuanya," ungkapnya.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga