Polisi Tanggapi Soal Viralnya Video Dugaan Pungli di Pantai Air Manis Padang

Polisi Tanggapi Soal Viralnya Video Dugaan Pungli di Pantai Air Manis Padang Screenshot video dugaan pungli di Pantai Air Manis Padang (Ist)

Covesia.com - Polsek Padang Selatang akan mengecek kebenaran informasi terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum masyarakat di kawasan Pantai Air Manis Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Padang Selatan AKP Jefri Afridan menanggapi video viral seorang pria diduga melakukan pungli kepada pengunjung di pintu masuk Pantai Air Manis.  

Di video tersebut, pria itu meminta uang masuk ke pengunjung tanpa memberikan karcis. Video itu dibagikan awalnya oleh akun Ronald Kasman di Facebook dua hari yang lalu.

"Saya tengok dulu (videonya)," ujar Jefri  saat dihubungi Covesia via telepon, Rabu (22/1/2020) siang.

Dia mengatakan bahwa dia belum melihat video viral tersebut. Dirinya juga mengakui baru mendapatkan informasi terkait seorang pria diduga melakukan pungli di video viral tersebut pertama kali saat dihubungi oleh Covesia. Oleh karena itu, pihaknya akan mengecek kebenaran informasi tersebut.

Soalnya, kata Jefri, kawasan Pantai Air Manis memiliki dua buah pintu masuk. Satu pintu masuk dikelola oleh Dinas Pariwisata Kota Padang, satu pintu lagi dikelola oleh masyarakat setempat atas persetujuan Dinas Pariwisata Kota Padang.

Afrian selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang saat dihubungi Covesia via telepon mengakui kebenaran video tersebut. Dugaan pungli yang dilakukan oleh pria di video tersebut terjadi di depan pintu masuk yang dikelola Dinas Pariwisata Kota Padang sebelum dibuka oleh petugas pada pukul 08.00 WIB.

Jefri mengatakan bahwa pengunjung yang merasa dirugikan seharusnya bisa menyampaikan hal tersebut kepada petugas dari Dinas Pariwisata di pintu masuk. Agar selanjutnya Dinas Pariwisata bisa melaporkannya ke petugas keamanan yang berjaga di kawasan Pantai Air Manis. Dirinya menyayangkan sikap pengunjung yang langsung memposting video tersebut di Facebook-nya.

"(Kami) akan menindaklanjuti dan mengecek ke lokasi. Nanti saya akan hubungi Babin saya di Pantai Air Manis itu, (saya perintahkan) cek ini, yang ada di video ini siapa," ujarnya.

Pihaknya juga menunggu laporan dari pengunjung yang merasa dirugikan tersebut. Dalam menggarap sebuah kasus dibutuhkan saksi dan pelapor. "Kita menindaklanjuti perkara tersebut tentu harus ada saksi dan pelapor. Pelapor orang yang dirugikan siapa. Kalau tidak ada saksi dan pelapor kita tidak bisa melanjutkan perkara ke pengadilan," pungkasnya.

(fkz/don)

Berita Terkait

Baca Juga