Tipu Korban Ratusan Juta, Polisi Ciduk Jenderal Gadungan di Padang

Tipu Korban Ratusan Juta Polisi Ciduk Jenderal Gadungan di Padang Jenderal gadungan yang diamankan Polsek Koto Tangah, Kota Padang, Rabu (22/1/2020)(Foto: dok.polsek koto tangah)

Covesia.com - Mengaku seorang polisi yang berpangkat jenderal dan berdinas di Mabes Polri, pria bernama Wendri Harefa (39) warga Kota Padang, Sumatra Barat, menipu korbannya dengan mengiming-imingi bisa menjamin masuk polisi dan meminta uang ratusan juta rupiah.

Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda mengatakan, penangkapan pria pekerjaan swasta tersebut terjadi di kontrakannya di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, pada Rabu (22/1/2020) sekitar pukul 04.30 WIB.

"Saat ini pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Koto Tangah beserta barang bukti," ujar Kompol Rico saat dihubungi Covesia.com, Rabu (22/1/2020).

Kompol Rico Fernanda menyebutkan, kronologis kejadian penipuan itu berawal sekitar September 2019 lalu. Pelaku bertemu dengan korbannya atas nama Ema Suryani (51) seorang pedagang, warga Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, di sebuah kedai grosir milik korban di Simpang Brimob.

"Di sana mereka bercerita-cerita sehingga sampai pelaku mengaku sebagai seorang polisi yang berpangkat jenderal dan berdinas di Mabes Polri. Kemudian pelaku memberikan nomor handphonenya kepada korban," katanya. 

Selanjutnya--keterangan dari korban tersebut disampaikan Rico--setelah dua minggu kemudian, korban menghubungi pelaku bahwa korban ada masalah yakni suami korban bertengkar dengan anggota Brimob. Namun, pelaku mengaku sedang berada di Jakarta, tapi ia menyampaikan akan pulang ke Padang.

"Kemudian keterangan dari korban, bahwa benar beberapa hari kemudian pelaku datang kembali ke kedai grosir milik korban. Di sana pelaku melihat anak laki-laki korban dan menawarkan bahwa ia bisa menjamin dan memasukkan anak korban menjadi seorang polisi (Akpol), dan disuruh untuk menyiapkan surat-surat untuk kelengkapan menjadi seorang polisi beserta meminta uang sebanyak Rp300 juta sebagai biaya menjadi polisi," ungkap Rico menjelaskan kronologisnya. 

Dikatakan Rico, kemudian korban memberikan uang tersebut kepada pelaku sebanyak lima tahap, dengan rinciannya yaitu, pertama sebanyak Rp6,5 juta, kedua Rp50 juta, ketiga Rp100 juta, keempat Rp50 juta, dan kelima Rp100 juta. 

"Namun pelaku kembali meminta uang kepada korbannya sekitar Desember 2019,  sebanyak Rp100 juta, uang tersebut juga diberikan tapi korban menyampaikan bahwa uang tersebut dipinjamnya kepada rentenir, dan pelaku berjanji kepada korban akan membantu untuk membayarnya," sebutnya. 

Namun sampai Januari 2020, pelaku tidak juga membayar uang tersebut, karena korban merasa curiga ditipu dan korban bersama anak, suami dan beberapa orang mendatangi pelaku untuk menanyakan masalah uang tapi jawaban pelaku berbelit-belit sehingga warga menghubungi pihak Polsek Koto Tangah.

Sekira pukul 04.00 WIB tadi personel Polsek Koto Tangah mendatangi lokasi yang dimaksud dan mengamankan pelaku. Di sana pelaku mengaku bahwa ia adalah polisi gadungan yang berpangkat jenderal.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku bersama barang bukti dibawa ke Mapolsek Kota Tangah untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan, satu unit Mobil Pajero Sport dengan plat nomor polisi palsu BA 1 AW, satu unit Mobil Grand Vitara plat palsu BA 2 A, satu unit HP samsung A 80, satu unit Honda CBR, uang Rp3 juta, dan satu buah kaos dalam Brimob.

(per/don)

Berita Terkait

Baca Juga