Penuturan Warga Tanjung Sawah Bertahan Ketika Longsor dan Banjir Bandang Melanda

Penuturan Warga Tanjung Sawah Bertahan Ketika Longsor dan Banjir Bandang Melanda Tampak rumah warga yang rusak setelah dihantam material longsor dan banjir bandang yang melanda Jorong Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (17/1/2020)(Foto: Debi)

Covesia.com - Sejumlah warga nekad bertahan di dalam rumah saat longsor dan banjir bandang melanda Jorong Tanjung Sawah, kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar pada Jumat (17/1/2020) pagi. 

Siti (57) menuturkan tidak bisa kemana-mana untuk menyelamatkan diri saat longsor dan banjir bandang menghantam kawasan tersebut. 

"Saya tidak bisa kemana-mana lagi hanya bisa bertahan dalam warung saya saat menyaksikan langsung longsor menghantam sejumlah rumah di sekelilingnya," ungkap Siti saat menceritakan apa yang menimpanya. 

Ia menyebutkan ketika musibah itu datang, Siti sedang memasak di dalam rumahnya yang saat itu hujan deras sedang melanda kawasan itu. Ketika masak Siti mendengar beberapa kali suara gemuruh seperti mobil besar lewat, karena penasaran ia langsung melihat ke luar rumah dan ia terkejut material longsor sudah berada di teras rumahnya. 

"Karena takut saya langsung berlari ke warung yang tak jauh dari rumah dan dalam warung itu saya bertahan sambil berteriak meminta pertolongan karena disaat itu saya tidak bisa kemana-mana karena di sekeliling longsor sudah menghantam beberapa rumah," terangnya. 

Siti menerangkan hujan deras terjadi usai sholat Subuh dimana sebelumnya kawasan itu dilanda hujan sejak Kamis (16/1/2020) malam. 

"Alhamdulillah selama saya bertahan rumah dan warung saya tidak terjamah material longsor. Namun saat dilihat di sekeliling sudah rata dengan tanah," sebutnya. 

Sementara itu, Suryani menuturkan tidak bisa berbuat banyak saat longsor dan banjir bandang menghantam tempat tinggalnya serta menyeret kandang sapi dan kambing miliknya. 

"Saya tidak bisa berbuat banyak lagi, padi, dan jagung yang baru saja dipanen serta sejumlah ternak milik saya habis dibawa longsor," ucapnya sambil berderai air mata. 

Suryani menuturkan hanya bisa pasrah atas musibah yang terjadi dan berharap ada uluran bantuan dari pemerintah kabupaten setempat. 

Disamping itu, warga Jorong Tanjung Sawah Tanah Datar masih mencemaskan longsor dan banjir bandang susulan mengingat hujan yang masih berpotensi mengguyur wilayah itu. 

Warga berharap pemerintah segera menanggulangi kondisi yang ada sekarang agar tidak terjadi musibah yang lebih besar. 

(deb/don) 


Berita Terkait

Baca Juga