Polisi Bekuk Dua Tersangka Kurir dan Pengedar Sabu-sabu di Pasaman Barat

Polisi Bekuk Dua Tersangka Kurir dan Pengedar Sabusabu di Pasaman Barat Dua tersangka pengedar dan kurir (wajah diblur) saat diamanlan Satresnarkoba Polres Pasaman Barat, Kamis malam (16/1/2020)(Foto: Ist)

Covesia.com - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat kembali membekuk dua tersangka kasus penyalahgunaan Narkoba jenis Sabu-sabu.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Fery Herlambang melalui Kasubag-Humas, Iptu Defrizal kepada Covesia.com, mengatakan dua tersangka itu diringkus di daerah Ophir, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo sekitar pukul 20.45 WIB, Kamis (16/1/2020) kemarin.

"Kedua tersangka berinisial SN (23) dan SG (38) masing-masing warga Kampung 2, Jorong Mahakarya, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat," terang Iptu Defrizal, Jumat (17/1/2020).

Dari tangan tersangka kata Iptu Defrizal, berhasil diamankan Barang Bukti (BB) berupa satu paket kecil Narkoba jenis Sabu-sabu yang dibungkus uang kertas pecahan Rp1.000,-.

"Kemudian satu paket Sabu-sabu yang diselipkan dalam pembungkus rokok, dan satu kotak rokok. Selanjutnya satu buah hp merk Oppo warna merah, dua buah samsung lipat, satu buah botol bong, satu kaca pirex dan dua buah mancis," tambahnya.

Iptu Defrizal menyebutkan operasi penangkapan yang dilakukan oleh Satres Narkoba setempat berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa tersangka diduga memiliki Sabu-sabu yang akan dipasarkannya.

"Dari laporan itu dicurigai tersangka SN (23) atas kepemilikan Narkoba jenis Sabu-sabu. Usai mendapati laporan itu, tim Opsnal Satres Narkoba langsung memburu tersangka dan menangkapnya di daerah Ophir, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo sekitar pukul 20.45 WIB, Kamis (16/1/2020) kemarin," katanya.

Dari pengakuan tersangka SN (23) bahwa dirinya hanya berperan sebagai pengantar barang (kurir) yang bersumber dari tersangka SG (38) sebagai pengedar. Pihaknya pun langsung mengamankan SG yang posisinya tidak jauh dari lokasi penangkapan SN.

"Untuk tersangka SN (23) yang bertindak sebagai kurir melanggar pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan Narkoba dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Sementara tersangka SG (38) yang bertindak sebagai pengedar melanggar pasal 112, dan 114 UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara," tutupnya.

(hri/don)

Berita Terkait

Baca Juga