Rekonstruksi Pembunuhan Wanita Muda di Payakumbuh Peragakan 29 Adegan

Rekonstruksi Pembunuhan Wanita Muda di Payakumbuh Peragakan 29 Adegan Rekonstruksi pembunuhan wanita muda oleh sang suami di Kota Payakumbuh di jaga ketat pihak Kepolisian, Kamis (16/1/2020)(Foto: Angga)

Covesia.com - Sepekan pasca tewasnya MP (20) ditangan suami sirinya, Kamis (16/1) pagi, Polres Payakumbuh langsung menggelar rekonstruksi pembunuhan. Rekonstruksi dilakukan di rumah kontrakan yang sebelumnya ditempati pasangan suami istri ini di Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Sebanyak 29 adegan diperagakan tersangka JH dihadapan penyidik Polres Payakumbuh, Jaksa, Hakim serta pengacaranya. Pada adegan pertikaian antara korban dengan tersangka, terlihat korban masih bernafas dalam kondisi pingsan.

 "Ada 29 adegan," terang AKBP Dony Kapolres Payakumbuh melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Ilham usai rekonstruksi.

Adegan diawali ketika korban, tersangka dan saksi pelapor yang tak lain adalah adik kandung korban berada di dalam rumah kontrakan. Adik kandung korban, MRP meminta uang sebesar Rp10 ribu kepada tersangka. Setelah uang diberikan tersangka, adik kandung korban meninggalkan kakak kandungnya dengan tersangka di rumah kontrakan untuk pergi ke warnet.

Korban dan tersangka berduaan di dalam rumah. Sambil tidur-tidur di kamar, ada perbincangan antara korban dan tersangka terkait angsuran kredit motor Honda Scoopy yang belum dibayar.

Saat itupun, tersangka melihat korban chattingan dengan lelaki lain. Tersangka curiga dan meminta handphone korban untuk diperiksa. Korban pun melemparkan ponselnya kepada tersangka dan mempersilahkan untuk diperiksa. Tetapi, sebelum menyerahkan ponsel ke tersangka, korban sudah menghapus chattingannya tersebut. Setelah seluruh chattingan diperiksa tersangka, handphone korban diletakkannya di atas rak tv, tidak jauh dari tempat mereka berbaring.

Tersangka kembali ke tempat tidur dan duduk membelakangi korban. Korban pun berdiri dari ranjang untuk mengambil ponselnya kembali. Tetapi, tersangka melarang, menghadang korban dan terjadilah pertengkaran.

Ketika pertengkaran itu, korban sempat memukul tersangka sebanyak dua kali di bagian leher dan kening. Korban juga mencakar lengan sebelah kiri tersangka. Karena emosi dan dalam kondisi berdiri, tersangka malah langsung mencekik leher korban dengan kedua tangannya dan mendorong tubuh korban ke tempat tidur.

Korban berusaha melawan tetapi malah tak berdaya karena kuatnya cekikan tersangka hingga akhirnya lemah dan pingsan. Saat itu masih bernafas karena mengeluarkan suara dan mendekur saat pingsan. Melihat hal ini, tersangka mengambil handuk putih yang sudah kusam untuk menyumpal mulut korban yang diikat dengan lakban bening. Kemudian tersangka juga menutup lobang hidung korban dengan lakban bening dan dibekap dengan baju kaos lengan panjang.

Penganiayaan terhadap wanita cantik itu, terus berlanjut. Saat korban tak bisa bernafas, tersangka mengambil tali nilon yang ada di bawah tempat tidur mereka. Tersangka mengikat kedua kaki dan tangan korban dengan tali jemuran sepanjang 5 meter.

Setelah menganiaya korban dengan mengumpal mulut, menutup hidung dan mengikat kedua kaki serta tangan, tersangka mengemasi seluruh pakaiannya untuk kabur. Tersangka juga mengambil dua cincin yang terpasang di jari korban dan dompet korban yang berisikan uang  tunai sebesar Rp 375ribu termasuk ponsel Vivo Y 19.

Setelah itu, tersangka kabur ke rumah orang tuanya di daerah Taram dengan mobil Mazda BA 1775 LJ dan pergi ke Pekanbaru menggunakan travel.

"Korban diperankan oleh Polwan," ucap AKP Ilham. Jalannya rekonstruksi dijaga ketat personil Polres Payakumbuh dan juga jadi  tontonan warga sekitar. 

(agg) 


Berita Terkait

Baca Juga