BKSDA Evakuasi Seekor Beruang Madu yang Terjerat di Ujung Gading-Pasaman Barat

BKSDA Evakuasi Seekor Beruang Madu yang Terjerat di Ujung GadingPasaman Barat Petugas BKSDA Resor Pasaman saat melakukan evakuasi seekor anak Beruang Madu yang terjerat di lokasi kebun warga, Kamis (16/1/2020)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui petugas Resor Pasaman berhasil melakukan evakuasi terhadap seekor anak Beruang Madu (Helarctos malayanus) yang terjerat di lokasi kebun warga daerah Roba Julu Ujung Gading, Nagari Persiapan Situak Barat, Kecamatan lembah malintang, kabupaten Pasaman Barat.

Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra menyebutkan dalam proses evakuasi tersebut berlangsung dengan tegang dan mencekam.

"Karena beberapa kali mendapatkan 'ancaman' dari induk Beruang Madu itu yang berjaga dan berusaha melindungi anaknya yang terjerat tersebut," terang Ade Putra, Kamis (16/1/2020).

Dalam kondisi itu kata Ade Putra, personil BKSDA sebanyak lima orang yang diturunkan setidaknya membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk dapat memisahkan induk dari anaknya tersebut. 

"Setelah induknya dapat dijauhkan dari anaknya, BKSDA melaksanakan anastesi atau pembiusan terhadap anaknya yang terjerat. Sebelum kemudian dilepaskan kembali ke kawasan hutan lindung setempat," katanya.

Kejadian tersebut kata Ade Putra berawal dari adanya laporan masyarakat setempat tentang anak Beruang Madu yang terjerat di kebun warga setempat pada hari Rabu (15/1/2020) kemarin.

"Seekor anak Beruang Madu yang berusia kurang lebih satu tahun itu diduga keluar bersama induknya dari kawasan hutan lindung setempat dan terjerat perangkap yang dipasang oleh warga. Perangkap tersebut semula dipasang untuk mengurangi gangguan hama Babi yang mengganggu tanaman kebun warga," tambahnya.

Tim BKSDA Sumatera Barat melalui Resor Pasaman yang menerima informasi tersebut datang ke lokasi bersama aparat Pemerintahan Nagari, TNI-Polri langsung melaksanakan evakuasi dengan melibatkan tenaga medis kesehatan hewan.
"Sesampai di lokasi, Satwa langka dan dilindungi tersebut tampak terjerat pada kaki kanan depan. Setelah dilakukan sterilisasi dari gangguan induknya, kemudian jerat dilepaskan dan diberikan pengobatan oleh medis," tambahnya.

Mengingat anak satwa tersebut masih dalam asuhan induknya dan untuk keselamatan warga sekitar, Tim BKSDA kembali melepaskan anaknya setelah sadar.

"Kemudian menggiring anak beserta induk beruang kembali ke kawasan hutan lindung setempat. Kami mengimbau kepada warga setempat untuk berhati-hati dan tetap waspada dalam beraktifitas, dan mengurangi aktifitas pada malam hari disekitar lokasi kejadian. Agar tidak ada korban jiwa usai kejadian ini," katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa Beruang Madu (helarctos malayanus) adalah jenis satwa mamalia yang langka dan termasuk dilindungi oleh Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Jadi tidak dibenarkan melakukan penyerangan maupun membunuh terhadap satwa Beruang Madu itu. Kalau nekat, bisa masuk pidana dan dipenjara. Makanya kalau ada ditemukan dan mengancam nyawa warga segera laporkan kepada kami untuk dievakuasi ke habitatnya," tutupnya.

(hri/don)

Berita Terkait

Baca Juga