Status P21, Polres Agam Limpahkan Kasus Perusakan Hutan ke Kejari

Status P21 Polres Agam Limpahkan Kasus Perusakan Hutan ke Kejari Tim Penyidik Satreskrim Polres Agam, sedang mengantarkan Tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Lubuk Basung Rabu (15/1/2020). (Johan/Covesia)

Covesia.com - penyidik Kepolisian Resor (Polres) Agam, Sumatera Barat, melimpahkan kasus pengrusakan Hutan Cagar Alam Maninjau di Rimbo Kapulun, Jorong Sungai Puar, Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan ke Kejaksaan Negeri Lubuk Basung.

Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan S.IK MH didampingi Kasat Reskrim Polres Agam AKP Farel Haris SH MH mengatakan, berkas kasus tersebut dinyatakan lengkap oleh oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Lubuk Basung dan sudah bisa dilimpahkan untuk tahap berikutnya.

Hasil Penyelidikan Sudah lengkap, dan hari ini kita limpahkan ke Kejari, sekaligus menyerahkan 2 tersangka beserta barang bukti," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com.

Kedua tersangka berinisial BN (27) dan RA (26) diamankan petugas saat mengolah kayu di hutan Cagar Alam di Rimbo Kapulun, Jorong Sungai Puar, Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan, Kamis (31/10/2019) silam.

Selain mengamankan tersangka tim gabungan SatresKrim Dan BKSDA mengamankan beserta barang bukti berupa dua unit mesin pemotong kayu, kayu 28 lembar, satu unit alat pembawa kayu.

Atas Perbuatanya,  keduanya dikenakan Pasal 82 ayat (1) huruf B dan C Jo Pasal 12 huruf B dan C Jo Pasal 84 ayat (1) Jo Pasal 12 Huruf F Undang-undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan atau Pasal 40 Ayat (1) Jo Pasal 19 ayat (1) Undang-undang No 5 Tahun 1990 tentang Kovservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo pasal 55 ayat 1 KUHP, dengan ancaman kurungan paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun penjara dan denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar.

(han/don)


Berita Terkait

Baca Juga