Seorang Ibu Tewas Setelah Selamatkan Anaknya Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Pariaman

Seorang Ibu Tewas Setelah Selamatkan Anaknya Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Pariaman Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Diduga ingin menolong anaknya yang terseret ombak saat mandi di Pantai Kota Pariaman, Sumbar, seorang ibu asal Kota Padang, tewas tenggelam setelah menolong anaknya tersebut, pada Minggu (12/1/2020) siang. 

Korban yang meninggal atas nama Mainida Suri (44) seorang ibu rumah tangga. Korban datang ke Kota Pariaman bersama rombongannya yaitu dari Pagambiran, Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

"Mereka berombongan berjumlah 80 orang datang dari Kota Padang, menggunakan Kereta Api Sibinuang ke objek wisata Pantai Gandoriah, Kota Pariaman," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman Azman, Minggu.

Lanjut Azman, kejadian terjadi sekira pukul 11:00 WIB, ketika itu satu orang ibu dan empat anaknya dari rombongan tersebut mandi-mandi di Pantai Pariaman.

"Setelah itu, si ibu tersebut hendak menarik anaknya ke tepi menyudahi mandi. Namun, karena kuatnya ombak dan gelombang laut, korban dan keempat anaknya terseret arus ombak hingga korban dan empat orang anaknya hanyut," jelasnya. 

Warga yang melihat, saat itu langsung berusaha menyelamatkannya ke pinggir pantai. Kemudian dibawa ke RSUD Kota Pariaman. Namun sampai di rumah sakit, nyawa Mainida tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal oleh dokter, sedangkan keempat orang anaknya selamat.

Sementara itu, Walikota Pariaman, Genius Umar setelah mendapat laporan dari Kepala BPBD Kota Pariaman, langsung menuju lokasi dan RSUD Kota Pariaman, untuk melihat kondisi korban.

Kemudian selain mengunjungi langsung, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, juga memfasilitasi pengantaran jenazah dan membantu upaya pertolongan pengobatan bagi korban yang dirawat, serta menyediakan bus tumpangan untuk rombongan kembali ke Kota Padang.

Genius Umar juga menyampaikan duka yang mendalam atas musibah ini kepada perwakilan keluarga korban yang juga ikut dalam rombongan tersebut. Kemudian juga memberikan uang santunan kepada keluarga korban sebagai ungkapan bela sungkawa.

“Ini adalah musibah, kita juga tidak menghendaki kejadian ini. Semoga arwah almarhumah diterima disisi Allah SWT dan ditempatkan di surga yang terindah,” sebut Genius.

Atas kejadian itu, Genius himbau kepada semua pengunjung yang akan berwisata ke pantai yang ada di Kota Pariaman, untuk tidak mandi-mandi, mengingat tingginya gelombang ombak di perairan laut Pulau Sumatera. Kepada petugas BPBD juga diminta tetap terus siaga mengawasi kondisi perubahan cuaca dan ikut mengawasi wisatawan.

(per/don)



Berita Terkait

Baca Juga