Mendaftar ke Golkar, Ketua IKPS Riau Jhon Satri Siap Bertarung di Pilkada Pessel

Mendaftar ke Golkar Ketua IKPS Riau Jhon Satri Siap Bertarung di Pilkada Pessel Ketua IKPS Provinsi Riau Jhon Satri Datuak Rajo Sati, menyerahkan formulir pendaftaran ke DPD Golkar Pessel. Foto: Indra Yen

Covesia.com - Ketua Ikatan Keluarga Pessel (IKPS) Provinsi Riau, Jhon Satri, Sabtu (11/1/2020), menyerahkan formulir pendaftaran ke Partai Golongan Karya (Golkar) Pesisir Selatan, guna bertarung untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di daerah itu. 

Penyerahan formulir pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada 2020, Jhon Satri langsung didampingi beberapa Ketua DPD IKPS dari Kabupaten di Provinsi Riau. Selain itu, turut serta beberapa tokoh dan ninik mamak di Pessel. Penyerahan formulir diterima langsung Wakil Ketua DPD Golkar.

Diketahui, Jhon Satri Datuak Rajo Sati merupakan seorang pengusaha yang berkiprah di Provinsi Riau. Dirinya juga dipercaya sebagai Ketua IKPS Provinsi Riau. Jhon Satri adalah putra daerah kelahiran Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan.

"Hari ini kita menyerahkan formulir pendaftaran ke Golkar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati," sebut Jhon Satri Datuak Rajo Sati kepada Covesia.com usai penyerahan formulir di DPD Golkar di Painan.

Selain mendaftar ke Golkar, dia juga mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati ke DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pessel. 

"Hari ini mendaftar ke Partai Golkar dan PPP berkemungkinan besok ke PKS," ujarnya.

Disampaikanya, pulang kampung dan bertarung untuk Pilkada nanti adalah sebuah panggilan jiwa sebagai putra daerah, karena selama ini hanya besar dan berkiprah di rantau orang. 

Menurutnya, melihat Kabupaten Pesisir Selatan saat ini, dia merasa masih banyak pembangunan daerah yang belum terselesaikan. Terutama dari sektor pariwisata.

"Dengan niat yang tulus, jika diizinkan oleh Allah dan dengan dukungan masyarakat, saya siap membangun kampung halaman saya Kabupaten Pesisir Selatan,"ujarnya lagi.

Untuk membangun Pessel kedepannya, sebutnya, dia tidak akan mengandalkan APBD saja. Selain APBD, ia juga akan memanfaatkan dan mendatangkan pihak swasta dari luar Pessel.

"APBD Pessel sangatlah minim. Tidak akan cukup membangun Pessel sebagai Kabupaten terpanjang di Sumbar, jika hanya mengandalkan APBD," imbuhnya.

Selain itu, katanya, dia juga akan mencari dan memaksimalkan potensi putra-putri Pessel yang berkiprah di rantau, baik yang di Pulau Jawa maupun di luar negeri.

"Kita tahu, putra berdarah Pessel sangat banyak memiliki potensi hebat yang berkiprah di luar Pessel. Nah, tugas kita nantinya memanggil mereka bersama-sama untuk membangun Pessel agar lebih maju ke depannya," jelasnya.

Ditanya soal berpasangan dengan petahana Bupati Pessel Hendrajoni atau Rusman Yul Anwar Wakil Bupati, Jhon mengungkapkan sejauh ini belum melakukan komunikasi ke arah tersebut. Sebab, perantau IKPS Provinsi Riau, meminta dirinya, bertarung sebagai Bupati di Pessel, bukan sebagai wakil.

"Kalau untuk komunikasi sama Pak Bupati dan Pak Rusma Yul Anwar wakil Bupati, komunikasi saya sangat bagus. Untuk mendaftar hari ini saja saya meminta izin dan restu sama beliau berdua. Tapi, bagaimana baiknya, kita lihat saja situasinya," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Golkar Indra Bakti mengatakan, untuk pembukaan dan pengembalian formulir pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Pessel di Golkar, paling lambat besok 12-13 Januari.

"Karena secepatnya akan kita kirim ke Provinsi dan pihak provinsi akan mengirimnya ke Pusat," ungkapnya.

Sejauh ini, katanya, sudah ada 16 nama putra dan tokoh terbaik yang mendaftar.

"Semuanya ada 16 nama dengan latar belakang yang berbeda. Seperti, pensiunan ASN, tentara, pengusaha, dosen dan juga politisi," sebutnya

Untuk kader dari Partai Golkar senidiri, ia mengatakan, ada tiga nama yang telah mendaftar dan menyerahkan formulir. 

"Kader Golkar ada tiga, Syaidal Masfiudin, Syafril Syaputra, dan Dedi Rahmanto Putra yang sekarang masih menjabat sebagai Anggota DPRD Pessel dari dapil V," pungkasnya.

(idy/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga