Soal Pembentukan Satpol PP Syariah, DPRD: Harus Ada Perbedaan Tupoksinya dengan Satpol PP Biasa

Soal Pembentukan Satpol PP Syariah DPRD Harus Ada Perbedaan Tupoksinya dengan Satpol PP Biasa Ilustrasi Satpol PP saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di kantor Balai Kota Padang beberapa hari yang lalu (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang mendukung rencana Pemerintah Kota Padang untuk membentuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Syariah di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang Manufer Putra Firdaus saat dihubungi Covesia.com, Sabtu (11/1/2020). 

"Saya pribadi sebagai anggota DPRD mendukung kalau itu memang untuk kebaikan dan mewujudkan visi-misi Kota Padang untuk menjadi kota yang religius," ujarnya.

Meski demikian, kata Manufer, harus ada kejelasan terlebih dahulu terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Satpol PP Syariah di Kota Padang serta perbedaannya dengan Satpol PP biasa. 

"Kalau tidak ada perbedaan tugas dan fungsinya, mengapa harus dibuat. Tapi, kalau memang ada tupoksinya, itu tidak masalah," jelasnya. 

Oleh karena itu, kata Manufer, Kepala Satpol PP Kota Padang harus menjelaskan kepada masyarakat dan kepada DPRD Kota Padang terkait tupoksi dari Satpol PP Syariah serta perbedaannya dengan Satpol PP biasa. 

Manufer mengatakan bahwa, sampai saat ini, belum ada penjelasan dari Kasatpol PP Padang kepada DPRD Kota Padang terkait hal tersebut. 

Dia mengatakan bahwa, dari berita yang beredar, Manufer mengetahui perbedaan Satpol PP Syariah dengan Satpol PP biasa terletak pada cara berpakaiannya. Petugas laki-laki memakai peci, sedangkan yang perempuan mengenakan pakaian yang longgar. Manufer tidak mempermasalahkan hal tersebut. Meski demikian, tujuan dari pembentukan Satpol PP Syariah ini harus jelas terlebih dahulu. 

Secara umum, Manufer selaku bagian dari Komisi I DPRD Kota Padang yang mitra kerja dari Satpol PP Kota Padang mendukung pembentukan Satpol PP Syariah tersebut. Dalam pandangan Manufer, salah satu tugas dari Satpol PP Syariah adalah memberantas maksiat, LGBT, atau menindak anak di bawah umur yang pacaran. Hal ini sesuai dengan visi-misi Kota Padang menjadi kota religius.

(fkz/don)


Berita Terkait

Baca Juga