Dua Tahun Lebih jadi DPO Kasus Pembunuhan di Mentawai, Begini Kronologi Kejadiannya

Dua Tahun Lebih jadi DPO Kasus Pembunuhan di Mentawai Begini Kronologi Kejadiannya Polres kepulauan Mentawai saat Konferensi pers pers penangkapan satu dari tiga tersangka pelaku pembunuhan di Mentawai, Jumat (10/1/2020)(Foto: Ist)

Covesia.com - Seorang ayah berinisial TA (60/L) bersama kedua anaknya O (39/L) dan P (36/L) dilaporkan menjadi tersangka atas kasus pembunuhan Supiam di dusun Saikoat desa Simatalu kecamatan Siberut barat pada Kamis (28/9/2017) silam.

"TA mengaku bahwa saat itu keluarganya kehilangan babi. Saat kedua anaknya menanyakan siapa pelakunya, TA mengatakan agar tidak perlu mempermasalahkan hal tersebut. Namun ternyata diam diam mereka menemui korban  dan menghabisi nyawanya dengan parang," ungkap AKBP Dody Prawiranegara, Kapolres kepulauan Mentawai, Jumat (10/1/2020) kemarin.

Korban tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP), kemudian kedua tersangka melapor kepada ayahnya dan sang ayah murka namun setelah itu ia pergi ke TKP untuk menggali tanah dan menguburkan mayat korban.

Selanjutnya, TA pulang ke rumah, mengemas barang-barang, dan mengajak anak istri beserta menantunya untuk melarikan diri ke hutan.

"Sebelum kabur, tersangka sempat mengatakan kepada tetangganya Zebulon (saksi) bahwa mereka sudah membunuh dan hidupnya sudah tidak tenang," papar Dody.

Kemudian, tersangka menitipkan dua periuknya kepada saksi. Sebelum kabur, tersangka bersama keluarga sempat melakukan ritual di kebun agar dijauhkan dari gangguan arwah korban.

Dody juga mengatakan bahwa berdasarkan keterangan pelapor (saksi) yang pergi bersama korban ke ladang, Rabu (27/9/2017) sekira jam 07.00 Wib, waktu itu korban  tidak kunjung pulang setelah pelapor pulang ke rumah.

Kemudian, kamis (28/9/2017) sekira jam 16.00 wib di rumah korban dusun Saikoat, seorang saksi bernama Teumawani menyampaikan kepada anak perempuan korban Alvomanai agar tidak perlu menunggu ayahnya karena sudah dibunuh oleh TA cs. Kemudian Alvomanai langsung mengatakan kepada ibunya (pelapor).

Baca juga: Dua Tahun jadi DPO, Satu dari Tiga Tersangka Pembunuhan di Mentawai Ditangkap

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu


Berita Terkait

Baca Juga