Mahasiswa STKIP YDB Lubuk Alung Tuntut Yayasan Lakukan Pembenahan

Mahasiswa STKIP YDB Lubuk Alung Tuntut Yayasan Lakukan Pembenahan Foto: Peri Musliadi

Covesia.com - Puluhan mahasiswa menuntut agar pihak yayasan melakukan pembenahan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Dharma Bakti (YDB) Lubukalung, Kabupaten Padang Pariaman. Tuntutan itu disampaikan dalam melakukan aksi di halaman kampus pada Jumat (10/1/2020).

"Tuntutan itu, karena hak akademik kami tidak terpenuhi, seperti dosen yang jarang masuk, anggaran organisasi mahasiswa tidak direalisasikan, atribut mahasiswa tidak diserahkan, dan sarana prasarana kampus yang tidak memadai," kata Koordinator Lapangan Aksi Mahasiswa STKIP YDB Lubukalung, Firman Febriansyah.

Lanjut Firman, sebelum aksi itu, pihaknya sudah melayangkan poin tuntutannya kepada yayasan yang ditandatangani sekitar 190 orang mahasiswa.

"Tapi karena masih belum puas, makanya kami melakukan aksi ini agar kampus melakukan pembenahan pelayanan secepat mungkin. Minimal diselesaikan awal semester depan," sebutnya. 

Kemudian kata Firman, pembenahan yang harus dilakukan juga dimulai dari mengisi struktur kampus, seperti ketua dan pembantu ketua STKIP YDB yang kosong sekarang. 

"Karena itu berdampak terhadap efektivitas perkuliahan, sebab adanya dosen yang sering bolos mengajar. Bahkan beberapa dosen sampai tiga bulan tidak mengajar. Jadi apa yang akan didapat mahasiswa dari kampus ini," ungkapnya.

Dikatakan Firman, jika yayasan tidak memenuhi tuntutan itu, maka mahasiswa berencana akan melaporkan permasalahan tersebut ke Ombudsman RI perwakilan Sumbar dan Kopertis Wilayah X. 

"Kami dijanjikan oleh yayasan untuk audiensi besok. Jadi, tuntutan ini akan kami pertegas lagi besok," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Yayasan Dharma Bakti (YDB), Ichwan Boestami mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan audiensi dengan perwakilan mahasiswa STKIP YDB Lubukalung dulu. 

"Pada prinsipnya kami sangat mendukung aksi damai dari mahasiswa, karena ditujukan untuk kemajuan kampus juga," ucapnya.

Menyangkut tuntutan mahasiswa untuk membenahi stuktural kampus, Ichwan membantah adanya struktural yang kosong.

"Mengganti ketua itukan tidak mudah. Sebab ada peran Kopertis," ujarnya

Sedangkan soal dosen yang bolos, pihaknya akan memastikan lewat pemeriksaan internal.

(per/rdk) 


Berita Terkait

Baca Juga