Puluhan Hektare Sawah Warga Terdampak Banjir di Padang Pariaman

Puluhan Hektare Sawah Warga Terdampak Banjir di Padang Pariaman Puluhan hektar sawah warga yang terdampak banjir di Korong Gugua Nagari Lurah Ampalu Kecamatan Tujuh Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariman. (Peri Musliadi/covesia)

Covesia.com - Banjir yang melanda Korong Gugua Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan Tujuh Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariman, pada Kamis (9/1/2020) kemaren, bukan hanya merendam rumah warga tapi juga berdampak pada areal sawah.

"Ada sekitar 30 hektare sawah warga yang terdampak bajir kemaren itu," kata Walinagari Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan Tujuh Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariman, Ais Suria saat ditemui covesia.com di lokasi kejadian pada Jumat (10/1/2020).

Dilanjutkan Ais Suria, 30 hektare itu terdiri dari sawah yang sudah dan akan dipanen. Kemudian sawah yang baru ditanami padi. 

"Kalau untuk kerugiannya mungkin ratusan juta ada. Sebab sawah itu sudah tertimbun lumpur yang dibawa air pascabanjir kemarin," sebutnya.

Selain itu, kata Ais Suria, banjir yang melanda daerah itu juga ampir membuat satu rumah warga ambruk karena tanah di sekitarnya terkikis.

"Antisipasi agar banjir tidak merobohkan rumah warga juga sudah kami lakukan, kami bersama warga lain memancang pinggiran sungai itu dengan kayu dan bambu kemudian meletakan karung berisikan pasir. Tujuannya supaya air besar itu tidak langsung ke rumah warga," ungkapnya. 

Kemudian disebutkan Ais Suria, pihaknya juga sudah mengirim proposal kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, untuk bisa menanggulangi banjir ini dengan meminta pemkab untuk melakukan normalisasi Sungai Batang Piaman Gadang, agar disaat debit airnya tinggi tidak meluap kepermukiman warga. 

"Proposalnya ke pemkab sudah kami kirim, bahkan kepemerintah provinsi juga sudah kami lakukan. Namun sampai sekarang belum ditanggapi, kalau pemkab karena anggarannya masih devisit," jelasnya. 

Dikatakan Ais Suria, sebenarnya air sungai ini meluap bukan hanya karena hujan deras di daerah itu, tapi juga bisa karena hujan di hulu sungai. 

Makanya itu kata Ais Suria, berharap agar pemerintah bisa cepat mencarikan solusi atas banjir ini, agar masyarakat di sini tidak selalu terancap saat hujan telah datang. 

Sebelumnya, karena curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan puluhan rumah di Korong Gugua Nagari Lurah Ampalu Kecamatan Tujuh Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariman, terdampak banjir pada Kamis (9/1/2020) sekitar pukul sekitar pukul 17.00 WIB.

Luapan air dari sungai itu sehingga merendam rumah warga di sekitar bantaran sungai sekitar 50 centimeter (Cm). Kemudian banjir yang melanda korong itu sepanjang tahun 2019 hingga sekarang sudah sembilan kali. 

Untuk data penduduk di korong itu ada sekitar 263 kartu keluarga (KK), namun yang terdampak banjir ini sekitar 40 KK. 

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga