Tim Audit Temukan Dana Ratusan Juta Milik Baznas Pasaman yang Belum Dipertanggungjawabkan

Tim Audit Temukan Dana Ratusan Juta Milik Baznas Pasaman yang Belum Dipertanggungjawabkan Ilustrasi logo Baznas (Ist)

Covesia.com - Dalam beberapa hari ini masyarakat Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat digemparkan dengan beredarnya hasil pemeriksaan Tim Audit Internal Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pasaman, Kamis (9/1/2020).

Didalam surat hasil pemeriksaan tim satuan audit internal Baznas Kabupaten Pasaman yang dipantau Covesia.com dengan nomor : 20/ SAI-BAZNAS/IX/2019 dengan tanggal 16 September 2019 sekitar empat lembar itu memuat dengan sangat rinci temuan dana fantastis bernilai Ratusan Juta Rupiah yang belum dipertanggungjawabkan.

Dilembaran hasil pemeriksaan yang ditandatangani oleh tim audit internal itu ditemukan dana yang belum dipertanggungjawabkan sebesar Rp715.235.617,-.

Disamping itu ada juga disebutkan ada bon (utang) pribadi ketua Baznas Pasaman, Syafrizal dengan sistem pengambilan dua kali pada bulan Desember 2017 dan Januari 2018 sebesar Rp392.100.000,- dengan alasan untuk dana pembangunan Islamic Center di Rao Selatan.

Kemudian ada lagi bon pribadi Syfrizal sebesar Rp41.790.000,- dengan sistem pengambilan dua kali pada bulan Desember 2017 dan Januari 2018 yang wajib diganti secepatnya.

Tidak hanya sampai disitu, tim audit juga menemukan perbuatan melawan hukum dengan meminjamkan dana Baznas sekitar Rp223 Juta kepada perusahaan Kipang Pulut Ita Bonjol. 

Selanjutnya juga memberikan pinjaman kepada pejabat Pemda Pasaman masing-masing Rp50 Juta dan Rp10 Juta. Belum lagi perusahaan daerah PT. Equator Pasaman juga menerima pinjaman dari Baznas itu senilai Rp25 Juta. 

Ada lagi pembelian Al-Qur'an Baznas senilai Rp45 Juta yang tidak melalui persetujuan pimpinan Baznas. Beberapa temuan bersifat administratif juga turut dirincikan dalam lembar hasil pemeriksaan audit internal Baznas Pasaman tersebut.

Sementara pihak tim satuan audit internal Baznas Kabupaten Pasaman, MN. Soesilo membenarkan akan adanya pemeriksaan terhadap pengeluaran serta pembukuan di Baznas setempat.

"Namun semua hasil pemeriksaan itu sudah kami sampaikan kepada Ketua Baznas Pasaman, Syafrizal sendiri dan Bupati Pasaman untuk ditindaklanjuti," katanya.

MN. Soesilo sendiri yang menjabat sebagai Ketua Tim Audit Internal tidak mengetahui akan perihal beredarnya lembar hasil pemeriksaan tersebut.

Tidak hanya sampai disitu, Covesia.com juga melakukan wawancara kepada salah seorang anggota tim audit internal Baznas Pasaman, M. Yasrin Syahputra diruang kerjanya, (9/1) tadi.

"Kami sangat menyayangkan akan hal ini. Semua hasil pemeriksaan itu kan bersifat internal. Masa sampai beredar ke kalangan masyarakat banyak," kata M. Yasrin Syahputra.

Namun melihat lembaran dirincikan sesuai yang diterima Covesia.com, pihaknya tidak membantah akan nominal temuan tersebut.

"Pemeriksaan itu terus kami lakukan secara berkala sebulan sekali. Namun sepertinya temuan itu tak kunjung ditindaklanjuti oleh ketua Baznas, Syafrizal. Makanya terus kami sampaikan kepada Bupati untuk ditindaklanjuti," katanya.

Pihaknya mengaku sudah beberapa kali merekomendasikan agar persoalan dana temuan itu segera diselesaikan oleh Syafrizal.

"Dikolom rekomendasi lembar audit itu sangat jelas dituliskan. Dana yang dipinjam, segera dikembalikan. Dana yang sudah diambil tidak jelas peruntukannya, supaya dikembalikan. Kelebihan dana yang diambil dari yang seharusnya dikembalikan. Terakhir setiap kegiatan ril yang dilaksanakan supaya menyiapkan administrasi keuangan," tutupnya.

(hri/nod)


Berita Terkait

Baca Juga