Mulyadi Berpeluang Menangi Pilgub Sumbar

Mulyadi Berpeluang Menangi Pilgub Sumbar Mulyadi (Ist)

Covesia.com - Politisi Partai Demokrat Mulyadi paling berpeluang memenangi Pemilihan Gubernur Sumatera Barat, September mandatang. Temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan dukungan kepada Mulyadi mengalahkan nama-nama calon lain yang sudah beredar.

"Dari survei yang kita lakukan akhir Desember, Mulyadi meraih dukungan paling tinggi. Selisih elektabilitasnya dengan nama-nama seperti Nasrul Abit dan Mahyeldi cukup besar. Dan itu berlangsung di semua tingkat simulasi," tutur Direktur SMRC Sirojudin Abbas di Jakarta, Senin (6/1).

Dalam pertanyaan Top of Mind, responden tanpa disodori nama calon, nama Mulyadi ada di urutan pertama dengan perolehan 10,8 persen, disusul Nasrul Abit (7,3 persen), Mahyeldi (6,4  persen), Ali Mukhni (3,1 persen), Fakhrizal (2,8 persen), Riza Falepi (2,2 persen). Nama-nama lain seperti Shadiq Pasadigue, Andre Rosiade, Emma Yohana, Fauzi Bahar, dan lainnya, ada di  bawah 2 persen.

Dalam simulasi semi terbuka atau responden disodorkan 33 nama yang sudah beredar dalam bursa calon gubernur, nama Mulyadi tetap memimpin dengan perolehan 19,3 persen. Disusul Mahyeldi (11,8 persen), Nasrul Abit (11,2 persen), Ali Mukhni (5 persen), Fakhrizal (3,9 persen), Shadiq Pasadigoe (3,5 persen), Indra Catri (2,6 persen), Riza Falepi (2,6 persen).  

Nama-nama lain seperti Emma Yohana, Andre Rosiade, Epyardi Asda, Syamsu Rahim, dan Faldo Maldini, ada di bawah 2 persen. 

Dalam berbagai simulasi selanjutnya, nama Mulyadi juga terus memimpin. Dalam simulasi 10 nama, Mulyadi memimpin dengan perolehan 21,7 persen. Simulasi 8 nama, Mulyadi meraih 22,3 persen. Tujuh nama, Mulyadi 24.1 persen. Lima nama, 25,7 persen. 

Untuk simulasi empat nama, atau bila Mulyadi dihadapkan dengan Mahyeldi, Nasrul Abit, dan Fakhrizal, Mulyadi memimpin dengan perolehan suara 27,9 persen. Di peringkat kedua, Mahyeldi dengan 16 persen. Disusul Nasrul Abit di peringkat ketiga, dengan 14,9 persen. Fakhrizal di posisi terakhir dengan 4,2 persen.

Di simulasi tiga nama, atau Mulyadi dihadapkan hanya dengan Mahyeldi dan Nasrul Abit, Mulyadi juga tetap memimpin dengan 29,1 persen. Disusul Nasrul Abit dengan 16,1 persen, lalu Mahyeldi di posisi ketiga dengan 15,8 persen. 

"Kalau head to head, yang bertanding Mulyadi melawan Mahyeldi, temuan kami  menunjukkan Mulyadi tetap unggul dengan 34 persen, dan Mahyeldi meraih 18,9 persen. Kalau Mulyadi head to head dengan Nasrul Abit, Mulyadi juga unggul dengan 32,9 persen. Sementara Nasrul Abit meraih 19,9 persen," tambah Sirojudin Abbas. 

Keunggulan Mulyadi

Ketika ditanya apa alasan responden memilih nama-nama calon gubernur, beberapa alasan yang disampaikan adalah faktor  pengala¬man di pemerintahan (27 persen), sudah ada bukti nyata (15,4 persen), perhatian kepada rakyat (13,2 persen), dan putra asli Sumbar (8,4 persen). Berbagai alasan lain superti  ketokohan dalam agama, bersih dari KKN, pintar, dan lain-lain ada menyusul di bawah.

"Dari temuan survei ini menunjukkan masyarakat Sumbar memilih Mulyadi karena faktor pengalaman di pemerintahan, khususnya membawa program pembangunan pemerintah pusat ke daerah,dan bukti kinerjanya yang nyata dirasakan masyarakat," jelas Sirojudin Abbas. 

Mulyadi juga unggul hampir di semua kelompok demografi. Baik kelompok umur, jenis kelamin, maupun kelompok etnis. Mulyadi hanya kalah oleh Mahyeldi di perkotaan. 

Perlu Sosialisasi

Dari survei SMRC Desember, mayoritas masyarakat atau 57,8 persen belum menyebutkan pilihan secara spontan. Jumlah tersebut menun¬jukkan semua kandidat yang akan maju di Pilgub Sumbar tetap perlu bekerja keras melakukan sosialisasi.

Pilgub akan digelar September 2020. Saat survei dilakukan, warga Sumbar yang tahu akan Pilkada 64 persen. Atau sepertiga pemilih masih belum tahu akan ada Pilkada.   

Survei SMRC ini berlangsung 9 sampai 20 Desember 2019. Survei dilakukan lewat wawancara tatap muka. Jumlah sample 1.620. Dari jumlah tersebut, 10 persennya tidak berhasil diwawancarai. Margin of error sebesar 2,6 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Menanggapi hasil itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumbar, Januardi Sumka, merasa bersyukur. Artinya kerja tim baik dari jajaran Partai Demokrat maupun tim relawan dan tim sayap di bawah untuk terus menyosialisasikan figur Mulyadi yang jago infrastruktur dan peduli program pemberdayaan masyarakat ini, membuahkan hasil. Apalagi selama berkiprah di DPR sejak 2009, kerja nyata Pak Mulyadi terukur.

“Ini merupakan cerminan pilihan rakyat Sumbar dari hati nuraninya untuk pemimpin Sumbar ke depan. Apalagi survei tersebut dilakukan oleh lembaga sekaliber SMRC yang sudah menasional, terakreditasi dan reputasinya diakui sebagai lembaga survei profesional. Jadi tidak sembarang survei. Indikator dan parameternya jelas, terukur dan terarah,” kata Januardi.

Namun demikian, pihaknya tidak lantas ongkang-ongkang kaki, melainkan tetap turun ke bawah sekaligus sosialisasi sosok  Mulyadi yang sudah berbuat banyak untuk Sumbar. Tapi di   lapangan, ada juga masyarakat yang belum tahu. “Makanya kami baik jajaran partai, relawan dan lainnya intens turun. Alhamdulillah, selama ini respon masyarakat, positif dan  sepertinya menaruh harapan kepada Pak Mulyadi,” katanya. 

Sekilas SMRC

Saiful Mujani Research and Consulting (disingkat SMRC) merupakan lembaga riset dan konsultansi yang berakar kuat pada tradisi survei opini publik di Indonesia. SMRC didirikan pada 2011 oleh Saiful Mujani, seorang perintis studi politik dan kebijakan publik berbasis survei kuantitatif. 

SMRC adalah salah satu anggota Perhimpunan Lembaga Survei Opini Publik (Persepi). Organisasi lembaga survei ini secara berkala menggelar uji publik untuk memastikan survei yang dilakukan anggotanya dilakukan profesional.

Hasil Quick Count SMRC baik untuk Pilpres maupun Pemilihan Legislatif, selalu berada di kelompok paling akurat. 

Saat Pilgub Jawa Barat 2018 misalnya, SMRC melakukan survei sebelum Pilgub digelar dengan hasil Ridwan Kamil-Ruzhanul Ulum  (RK-Uu) unggul di Pilgub Jabar, termasuk mengalahkan incumbent  Wagub Dedy Mizwar. Kenyataannya? Benar, paslon RK-Uu yang  menang Pilgub. Begitu juga di beberapa daerah lain," sebut peneliti SMRC Muchlis A Rofik.

(rls/adi)

Berita Terkait

Baca Juga