Ini Penuturan Adik Korban Pembunuhan Wanita Muda di Payakumbuh 

Ini Penuturan Adik Korban Pembunuhan Wanita Muda di Payakumbuh  Tampak anggota kepolisian Polres Payakumbuh saat melukan olah TKP di rumah kontrakan korban, Rabu (8/1/2020)(Foto: dok.reskrim polres payakumbuh)

Covesia.com - MF (18), adik kandung MP (20) korban dugaan pembunuhan di Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara, Sumatera Barat menuturkan bahwa dirinya yang pertama kali menemukan sang kakak di dalam kamar dalam kondisi tidak bernyawa, Rabu (8/1/2020). Dirinya langsung berteriak minta tolong kepada warga setempat untuk meminta pertolongan.

Dalam penuturan MF, saat ditemukan tubuh MP sudah tertelentang di tempat tidur dalam kamarnya. Dengan kaki dan tangan terikat tali. Kemudian mulut disumpal oleh handuk.

Sebelum menemukan kakaknya dalam kondisi tidak bernyawa ini, MF berkumpul dengan JH (suami MP-red) dan kakaknya di dalam rumah sampai pukul 24.00 WIB. Setelah itu MF minta izin untuk keluar untuk pergi main warnet. 

Sempat JH menyuruh MF membawa kunci rumah jika ingin keluar karena tidak ingin diganggu kalau sudah tidur. Kemudian kunci cadangan rumah tersebut dibawa oleh MF ke warnet. 

"Sebelum saya pergi ke warnet, JH dan MP didalam rumah. Dan JH menyuruh untuk bawa kunci rumah kalau memang ingin keluar juga ke warnet," kata MF kepada wartawan, Rabu (8/1/2020). 

Selama berada di warnet, ia mengaku tidak ada firasat atau panggilan dari kakaknya melalui HP. Kejadian naas ini baru diketahui MF setelah ia pulang kerumah pukul 02.30 WIB. Ia mendapati pintu kamar kakaknya terbuka dan terlihat sudah dalam kondisi terlentang tak wajar. 

"Saya masuk rumah, terlihat pintu kamar kakak terbuka dan saya lihat kakak telentang tidak seperti orang tidur biasanya. Setelah didekati, barulah saya menyadari kakak sudah seperti ini," katanya.

Sementara itu Kapolres Payakumbuh, AKBP Donny Setiawan menyebutkan pihaknya belum bisa berspekulasi jauh terkait pembunuhan ini. Tim gabungan Polres Payakumbuh tengah melakukan pengembangan kasus ini.

"Kami masih melakukan pengembangan untuk kasus ini di lapangan. Termasuk mencari keberadaan suami korban. Untuk selebihnya, kami belum bisa berspekulasi sebelum pengembangan ini tuntas," ucap Kapolres. 

Namun dalam visum luar, ditemukan luka memar di leher dan pergelangan tangan korban. Namun, untuk memastikan penyebab kematian korban, jenazah MP dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Padang untuk di outopsi.

Sebelumnya, masyarakat di kelurahan Tigo Koto Diateh digemparkan dengan penemuan jenazah MP yang tertelentang di kontrakannya dengan kondisi kaki dan tangan terikat tali dan mulut disumpal kain handuk, Rabu (8/1/2020). Usai penemuan ini, sang suami JH tidak diketahui keberadaannya.

(agg)


Berita Terkait

Baca Juga