Longsor Timbun Jalur Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Jalan Sumbar-Riau Tersendat

Longsor Timbun Jalur Pangkalan Limapuluh Kota Akses Jalan SumbarRiau Tersendat ilustrasi (Ist)

Covesia.com - Hujan yang terus mengguyur di Kabupaten Limapuluh Kota mulai menghantui jalur Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat (Sumbar). Bahkan Senin (9/12/2019) malam hingga Selasa (10/12/2019) dini hari terjadi beberapa titik longsor yang menimbun badan jalan di wilayah tersebut.

Longsoran ini terlihat di sepanjang nagari Koto Alam hingga Nagari Manggilang yang juga merupakan akses jalan utama Sumbar-Riau. Akibatnya laju kendaraan yang melintas menjadi terhalang dan terjadi macet yang cukup panjang.

Salah seorang pengendara, Dion menuturkan sepanjang jalur pangkalan ada tiga titik longsor yang menimbun jalan. Longsoran yang besar berada di KM 17, nagari Koto Alam. Hampir seluruh badan jalan tertutup material longsor.

"Tadi saya dari Pangkalan mau ke Payakumbuh. Ada tiga longsor yang tampak disepanjang jalan. Tapi yang besar ada di Koto Alam," sebut Dion melalui pesan WhatsApp kepada Covesia.com, Selasa (10/12/2019) .

Selama berada di antara jalur lintas Pangkalan ini, banyak kendaraan yang terpaksa memelankan laju kendaraan. Mengingat labilnya kontur bukit yang bisa saja material longsor menghantam pengendara.

"Terpaksa pelan-pelan melaju. Di lokasi longsor di Koto Apam sekarang sedang macet. Kendaraan yang hanya satu-satu. Petugas sedang membersihkan longsoran," katanya.

Namun informasi yang beredar di beberapa grup Whatsapp Limapuluh Kota, ada longsoran yang menimbun sebuah mobil. Akan tetapi, informasi ini masih dalam penelusuran petugas.

"Saat melintas, kabarnya ada mobil yang kena longsor. Tapi saya tidak tahu pasti karena tidak terlalu mrmperhatikan dan terus melaju di lokasi longsor," ucap Dion.

Sementara itu Ka.Pos SAR Limapuluh Kota, Rovi Saputra mengaku masih mendalami informasi tersebut dan belum bisa memastikan apakah informasi adanya mobil yang tertimpa longsor ini valid.

"Belum bisa dipastikan informasinya valid atau tidak. Masih kami gali ke lapangan," kata Robi. 

(agg/adi)

Berita Terkait

Baca Juga