Dokter Hewan Pemosting Republik Andalas Raya Divonis 1 Tahun Penjara 

Dokter Hewan Pemosting Republik Andalas Raya Divonis 1 Tahun Penjara  Sidang Dokter Hewan Pemosting Republik Andalas Raya yang Divonis 1 Tahun Penjara, di Pengadilan 50 Kota, Kamis (5/12/2019)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - SY (49), dokter hewan asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang memposting Republik Andalas Raya di laman Facebook pribadi miliknya divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Pati, Rabu (4/12/2019). Terdakwa dinyatakan bersalah karena telah menyebarkan informasi palsu yang bisa mempengaruhi kestabilan nasional.

Majelis hakim yang diketuai oleh Hery Cahyono SH didampingi dua hakim anggota Junter Sinabat dan Isnandar Syahputra menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 800 juta dengan subsider tiga bulan kurungan. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah karena telah melanggar Pasal 45a ayat 2 Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp 800 juta dengan subsider 3 bulan kurungan. 

"Ya, vonisnya kemarin dan sama-sama diterima oleh terdakwa maupun jaksa penuntut umum," kata Humas Pengadilan Negeri Tanjung Pati, Isnandar Syahputra Kamis (5/12/2019) ketika dihubungi wartawan.

Disebutkannya, yang memberatkan terdakwa adalah perbuatannya yang telah mengganggu kestabilan nasional akan informasi bohong (hoaks) mengenai Republik Andalas Raya. Sedangkan yang meringankan hukuman, terdakwa mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama dikemudian hari.

Sebelumnya, SY ditangkap oleh tim gabungan Polda Sumbar tanggal 3 Juni 2019 silam terkait postingan status Facebooknya yang menyebutkan telah ada gerakan untuk mendirikan Republik Andalas Raya. Saat itu, situasi politik Indonesia tengah memanas pasca Pilpres tahun 2019. 

(agg/nod)


Berita Terkait

Baca Juga