Tak Ada Akses Jembatan, Ribuan Warga Muaro Tais Terisolasi

Tak Ada Akses Jembatan Ribuan Warga Muaro Tais Terisolasi Kondisi masyarakat saat menyeberang Sungai saat beraktivitas didaerah Jorong Kampung Tongah dan Jorong Muaro Tais, Nagari Muaro Tais, Kecamatan Mapattunggul, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Rabu (4/12/2019)

Covesia.com - Ribuan warga di Jorong Kampung Tongah dan Jorong Muaro Tais, Nagari Muaro Tais, Kecamatan Mapattunggul, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat masih terisolasi.

Kondisi tersebut diakibatkan oleh belum adanya pembangunan Jembatan penghubung dua daerah tersebut sejak Republik Indonesia ini merdeka.

"Tak kunjung ada pembangunan jembatan yang menghubungkan Jorong Kampung Tongah dan Jorong Muaro Tais tersebut. Setiap hari masyarakat harus berjuang melawan arus sungai sepanjang 50 meter untuk bisa beraktifitas keluar-masuk daerah itu,"terang Wali Nagari Muaro Tais, Andespa kepada Covesia.com, Rabu (4/12/2019).

Kondisi yang memprihatinkan, kata Andespa, anak-anak juga harus ikut berjuang di tengah arus sungai itu agar bisa sampai ke Sekolah.

"Jelasnya aktivitas belajar tidak bisa dipungkiri tidak akan efektif, ekonomi masyarakat terhambat, mobilisasi masyarakat susah, dan setiap saat mengancam jiwa masyarakat. Sebab, kalau hujan datang, debit arus sungai meningkat, tentu masyarakat tidak bisa melintas. Otomatis aktifitas mereka jelas terhambat,"tambahnya.

Kondisi tersebut, kata dia, selalu jadi keluhan masyarakat setempat kepadanya selaku Wali Nagari di daerah itu.

"Namun apalah daya saya, anggaran pembangunan di Nagari tidak memadai untuk membangun jembatan tersebut. Butuh dana miliaran agar selesai dibangun. Kemudian juga sudah berkali-kali kami ajukan di rapat Musrenbang Kecamatan Mapattunggul. Nyatanya sampai saat ini tak kunjung ada buktinya akan dibangun,"ungkapnya.

Sementara warga setempat yang saat ini menjabat Anggota DPRD Pasaman, Yulisman ketika dikonfirmasi oleh Covesia.com, membenarkan kondisi tersebut.

Sebenarnya ini bukan hal baru. Penderitaan ribuan jiwa masyarakat didaerah itu sudah bertambah-tambah. Belum lagi kemaren (24/11) Jembatan di Air Lurah Dalam, Nagari Muara Tais yang menghubungkan Jorong Sungai Bilut dan Jorong Muara Tais hanyut terseret arus banjir. Jadi sudah dua jembatan yang putus, bagaimana mereka bisa mencari kehidupan kalau seperti ini. Belum lagi akses komunikasi (telepon) yang tidak ada,"ungkap Yulisman.

Daerah Kecamatan Mapattunggul kata dia memang seperti dianaktirikan dalam pembagian porsi pembangunan dari APBD Kabupaten Pasaman.

"Bayangkan di Tahun 2019 ini saja hanya sekitar Rp200 Juta dialokasikan Pemkab Pasaman ke Kecamatan Mapattunggul. Padahal Anggaran APBD Tahun 2019 itu sekitar Rp1,1 Triliun. Miris memang," kata Yulisman juga Ketua Fraksi PAN DPRD Pasaman.

Terkait dengan kondisi tersebut kata dia sudah diperjuangkan untuk Anggaran Tahun 2020. Tinggal keseriusan Pemkab Pasaman lagi apakah direalisasikan atau tidak,"tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga