Karena Status Facebook, Pengusaha di Limapuluh Kota Seret Janda Kurang Mampu ke Meja Persidangan

Karena Status Facebook Pengusaha di Limapuluh Kota Seret Janda Kurang Mampu ke Meja Persidangan Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Merasa nama baiknya dicemarkan, seorang pengusaha di Kabupaten Limapuluh Kota, Zamhar Pasha Budi (50) naik pitam. Dirinya pun menyeret seorang janda, Sesmi Elinda (44)  asal kenagarian Andiang, Kabupaten Limapuluh Kota ke meja persidangan.

Sidang perdana yang berlangsung di pengadilan negeri Tanjung Pati, Rabu (4/12/2019) ini dipimpin oleh hakim tunggal Nandar SH. Selain menghadirkan terdakwa, sidang juga dihadiri oleh saksi korban, Zamhar dan dua saksi lainnya yakni Syafrinus dan Rini Anggraini.

Kasus ini bermula pada pertengahan Juli 2019 silam setelah terdakwa mengaku ia dan Zamhar merupakan kakak dan adik. Kemudian kabar ini cepat menyebar di tengah masyarakat dan sampai ke telinga Zamhar. 

Mendapati informasi tersebut, Zamhar pun mencoba berkomunikasi dengan Sesmi fan mencoba membantah kabar tersebut ke setiap orang yang bertanya.

"Ia menyebutkan ke orang-orang bahwa saya dan terdakwa ini ada hubungan tali darah. Nyatanya tidak. Hanya sekedar kenal saja," sebut Zamhar didepan majelis hakim.

Kemudian yang membuat Zamhar naik pitam tidak lain status Facebook terdakwa yang berisikan "Memang saya orang miskin, tapi apa yang dikerjakan dan diperbuat orang sekaya Zamhar tidak bertanggung jawab". Hal inilah yang mendorong Zamhar untuk menyeret Sesmi ke meja hijau.

Namun, pernyataan Zamhar ini dibantah oleh Sesmi. Soal pengakuan tali darah kakak dan adik ini selayaknya pertemanan. Karena sudah saling kenal sejak lama. Bahkan Sesmi pernah meminjam uang kepada Zamhar.

"Istilah kakak adik itu hanya seperti teman yang sudah lama kenal dan akrab. Bukan tali darah. Kami sudah lama kenal dan saya pernah meminjam uang kepada beliau," sebut Sesmi.

Dalam sidang ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Okky Desvian SH dan Abi Pujangga SH tidak menyebutkan pasal yang disangkakan kepada terdakwa. Namun memberikan pertanyaan kepada Saksi Korban, Zamhar perihal chatingan dan status media sosial antara Sesmi dan Zamhar. Saat menjawab pertanyaan jaksa ini sempat membuat Zamhar gagap dan ditegur oleh hakim. 

Untuk agenda selanjutnya, sidang dilanjutkan pekan depan, Rabu (11/11/2019).

(agg)


Berita Terkait

Baca Juga