Angka Kekerasan Seksual Terhadap Anak Terus Meningkat di Pasaman

Angka Kekerasan Seksual Terhadap Anak Terus Meningkat di Pasaman Ilustrasi (Doc.Covesia)

Covesia.com - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mencatat angka kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur di daerah itu terus meningkat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya kepada Covesia.com, mengatakan usia pelaku bervariasi mulai dari usia dibawah umur sendiri hingga usia lanjut (70 tahun).

"Sangat miris ya, daerah kita yang boleh dikatakan belum begitu Kota Metropolitan tapi memiliki kasus pelecehan seksual seperti ini. Ini akibat dari kurangnya perhatian orangtua terhadap aktifitas anak, kemanakah dia, sama siapa dan bermain apa. Sebab pelaku rata-rata orang dekat korban, seperti tetangga, bahkan masih ada hubungan keluarga," terang AKBP Hendri Yahya, Rabu (4/12/2019).

Peran orangtua kata dia maupun lingkungan anak sangat berpengaruh terhadap rentannya anak dibawah umur jadi korban kekerasan seksual.

"Orangtua harus menjadi sahabat terbaik anak, tempat cerita maupun curhat. Sehingga bisa mengontrol apa saja yang terjadi pada anak setiap saat. Sebab mungkin masih banyak kasus lain yang belum terungkap karena anak tidak bercerita pada orangtuanya. Angka inikan yang kami catat bagi mereka yang melapor kepada kami," kata AKBP Hendri Yahya.

Menyikapi kondisi tersebut pihaknya sampai ke Bhabinkamtibmas akan gencar melakukan preventif terhadap kasus kekerasan seksual tersebut.

"Hal ini sebenarnya sudah kami tegaskan kepada seluruh jajaran hinga ke Bhabinkamtibmas untuk menekan angka tersebut. Namun kami tentu membutuhkan peran semua pihak baik orangtua, tokoh adat, niniak mamak, alim ulama dan stakeholder lainnya dalam menanggulangi kasus ini. Sebab sudah ada kasus yang terjadi di Padang, korban menderita kanker rektum. Agar kasus serupa tidak terjadi di Pasaman," tutupnya.

Sementara Kasatreskrim, AKP Lazuardi mengatakan untuk angka kekerasan terhadap anak dibawah umur sejak Januari hingga November 2019 ini tercatat 23 kasus.

"Tahun 2019 ini yang signifikan peningkatannya dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2017 dan 2018 jumlah kasus kekerasan seksual pada anak dibawah umur ini masih jauh dibawah saat ini," kata AKP Lazuardi.

Untuk kasus kekerasan seksual tahun 2019 ini kata dia sudah banyak yang incrah putusannya di Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping.

"Hukuman yang diterima pelaku rata-rata terus bertambah berat. Ini mungkin juga untuk memberikan efek jera terhadap pelaku. Hukuman tertinggi sekitar 12 tahun dan terendah 5 tahun. Karena pelaku dijerat pasal berlapis dengan UU Perlindungan anak," tutupnya.

(eri/don)



Berita Terkait

Baca Juga